Geometri dalam Lokalitas dan Modernitas

Design
03.02.18

Geometri dalam Lokalitas dan Modernitas

Arsitek Ole Scheeren melakukan olahan massa yang tampak serupa The Interlace di Singapura untuk Guardian Art Center di Beijing

by Febrina Anindita

 

Teks: Ranti Ekaputri
Foto: Archdaily

Terkenal dengan arsitekturnya yang memiliki permainan geometri seperti The Interlace di Singapura dan MahaNakhon di Thailand, Ole Scheeren kini juga melakukan olahan massa yang tampak serupa untuk Guardian Art Center di Beijing, Cina. Bagian bawah bangunan ini terdiri dari massa-massa balok berwarna abu-abu gelap yang tumpang tindih dan seakan menembus satu sama lain, memperlihatkan komposisi bentuk yang sangat dinamis. Desain ini terinspirasi dari ‘hutong,’ gang-gang kota di Beijing yang diapit oleh deretan rumah-rumah yang dibangun dengan padat.

Sementara itu, bagian atas bangunan ini tampil kontras. Dengan kantilever yang panjang, sebuah massa balok raksasa terlihat seakan melayang di atas tumpukan ‘hutong.’ Berbeda pula dengan dinding massa-massa di bawahnya, dinding massa bagian atas ini dibangun dari panel-panel kaca sehingga terlihat sangat modern. Menurut Scheeren, desain akhir dari Guardian Art Center adalah hasil penggabungan antara sejarah (hutong) dan modernitas.

Meskipun memiliki tampak luar yang terlihat tidak teratur, sang arsitek dapat memanfaatkan ruang dalam bangunan ini dengan baik. Guardian Art Center ini dirancang untuk menjadi lebih dari sekadar art center yang memiliki galeri dan ruang pameran. Dapat ditemui juga rumah lelang, ruang serbaguna, dan hotel. Bangunan ini dapat didaulat menjadi sebuah karya arsitektur yang merayakan perkembangan seni dan kebudayaan di Beijing.whiteboardjournal, logo

Tags