Semangat Kolektif dalam Layar Kaca

Ahead
02.03.18

Semangat Kolektif dalam Layar Kaca

Dalam dunia perfilman, film-film yang bertemakan tentang persahabatan dan perjuangan yang disertai dengan semangat kolektif telah menjadi jenis film yang banyak diminati oleh masyarakat.

by Febrina Anindita

 

Teks: Vania Almira
Foto: letterboxd

Dalam dunia perfilman, film-film yang bertemakan tentang persahabatan dan perjuangan yang disertai dengan semangat kolektif telah menjadi jenis film yang banyak diminati oleh masyarakat. Dapat dikatakan bahwa film-film tersebut sudah tidak dapat terhitung lagi jumlahnya. Berikut adalah beberapa film yang namanya telah banyak tersoroti.

Scott Pilgrim vs. The World
Film yang diangkat dari sebuah novel grafis karya Bryan Lee O’Malley ini menceritakan tentang perjuangan seorang bassis bernama Scott Pilgrim (Michael Cera) untuk menaklukan hati seorang wanita bernama Ramona Flowers (Mary Elizabeth Winstead). Uniknya, untuk mendapatkan hati Flowers, Pilgrim harus mengalahkan tujuh mantan kekasih Flowers. Faktanya, nama karakter Scott Pilgrim terinspirasi dari sebuah lagu karya band Kanada, Plumtree yang lahir pada tahun 1998, dimana lagu tersebut juga hadir sebagai salah satu soundtrack dalam film ini.

Sing Street
Dengan kemahirannya dalam mengkombinasikan film dan musik, sutradara John Carney membawa kita kembali ke era 80-an di Dublin. Film ini menceritakan tentang kisah Conor (Ferdia Walsh-Peelo), seorang anak berusia 14 tahun yang memutuskan untuk membentuk sebuah band rock ‘n roll demi mengesankan hati Raphina (Lucy Boynton). Dengan menampilkan sejumlah soundtrack dari musisi terkenal di era nya seperti Hall & Oates dan Duran Duran, Carney menyatakan bahwa musik itu sendiri memliki peran yang vital dalam pembangunan sebuah cerita dan karakter dalam film.

Lords of Dogtown
Berlatar belakang di California era 80-an, faktanya, film ini menjadi salah satu film yang berperan penting dalam perkembangan budaya di komunitas skateboarding. Film yang menceritakan tentang pertemanan dan hobi yang semata-mata berubah karena bisnis ini, dibintangi oleh pemain skateboard legendaris Jay Adams yang juga merupakan pelopor dari ‘bowl skateboarding.’

The Breakfast Club
Lahir di era 80-an, film ini merupakan salah satu film coming-of-age yang cukup legendaris. Menceritakan tentang lima remaja yang awalnya tidak saling mengenal satu sama lain, tetapi karena tuntutan hukuman dari sekolah mereka akhirnya diberi kesempatan untuk semakin memahami karakter masing-masing. Latar belakang, dialog, dan jalan cerita yang terbilang sederhana ini dapat merepresentasikan remaja pada masanya.

SLC Punk
Pernah terpilih sebagai film pembuka Sundance Film Festival 1999, film ini menceritakan tentang dua orang sahabat bernama Stevo (Matthew Lillard) dan Heroin Bob (Michael Goorjian) yang memperjuangkan budaya punk ditengah komunitas konservatif Salt Lake City, Utah. Film ini juga didukung dengan beberapa musik punk yang terkenal di era nya seperti The Ramones, Blondie, dan The Velvet Underground.

Lady Bird
Disutradarai oleh Greta Gerwig, film yang telah dirilis akhir tahun kemarin ini menceritakan tentang keinginan seorang remaja bernama Christine “Lady Bird” McPherson (Saoirse Ronan) untuk mewujudkan mimpinya, yakni keluar dari kota kecil Sacramento, California. Tergolong sebagai film coming-of-age, film ini sempat menembus angka 100% pada Rotten Tomatoes.whiteboardjournal, logo