Cerita Unik dari Film “Benyamin Biang Kerok”

Ahead
16.03.18

Cerita Unik dari Film “Benyamin Biang Kerok”

Berikut sederet fakta unik dibalik film “Benyamin Biang Kerok” yang tayang di awal bulan ini.

by Muhammad Hilmi

 

Teks: Vania Almira

Belakangan ini, film-film lokal yang diadaptasi maupun didaur ulang dari film-film lawas sedang marak ditayangkan di bioskop Indonesia. Sejumlah film tersebut pun sangat menarik antusiasme pecinta film-film karya bangsa, salah satunya film “Benyamin Biang Kerok” yang disutradarai oleh Hanung Bramantyo. Berikut sederet fakta unik dibalik film “Benyamin Biang Kerok” yang tayang di awal bulan ini.

Film ini hanya mengambil karakter Pengki, judul, dan unsur si Biang Kerok

Film yang bukanlah film biopik ini, nyatanya juga memiliki cerita yang berbeda dari film “Biang Kerok” tahun 1972. Hanung mengaku bahwa ia hanya mengambil judul yang sama dengan menaikkan derajat Betawi menjadi lebih mewah dari film sebelumnya, seperti melahirkan karakter Pengki yang merupakan keturunan dari anak orang kaya. Karakter Pengki yang diperankan oleh Reza Rahadian ditonjolkan tak hanya melalui kemiripan dari segi wajah, namun juga melalui suara, gaya bicara, dan gerak tubuh.

Mengangkat banyak topik

Bukan hanya mengangkat genre komedi, film ini juga menyajikan unsur-unsur aksi heroik dengan alur cerita yang melibatkan Pengki untuk menyelesaikan misi tertentu. Adapula unsur politik, kritik sosial, dan budaya yang terjadi di masyarakat diselipkan oleh Hanung melalui dialog-dialog yang secara tidak langsung menyampaikan pesan penting.

Mengemas film dengan gaya yang modern

Berbeda dengan film lama, Hanung mengemas film ini dengan versi modern dan mewah yang bertujuan agar dapat dinikmati oleh semua umur. Adapun unsur lawakan yang ditampilkan dalam film ini disajikan mengikuti zaman. Kesan modern juga dilengkapi dengan pemilihan latar belakang kota Jakarta yang dipenuhi dengan unsur visual serta teknologi yang futuristik. Konsep sinematografi film ini juga dibungkus lebih berwarna yang didukung dengan pemilihan kostum yang bernuansa cheerful.

Merupakan film musikal pertama yang digarap oleh Hanung Bramantyo
Dikenal melalui film-film drama percintaan yang telah digarapnya, film ini merupakan film pertama yang dikemas dalam bentuk semi-musikal. Sebagai sutradara, Hanung mengaku bahwa ia cukup mengalami kesulitan selama memproduksi film ini karena harus memadukan akting dengan musik dan tari, serta mengarahkan para penari latar. Faktanya, Hanung telah menggaet Ari Tulang sebagai koreografer tari pada film ini.

Biang Kerok mengingatkan kita pada film James Bond
Alur cerita yang mengisahkan tentang Pengki dan situasinya yang mengharuskannya untuk melawan Mafia, menimbulkan aksi-aksi heroik dengan khas unsur betawi pada film ini. Pada sejumlah adegan, Hanung menyelipkan beberapa latar musik yang serupa dengan film James Bond maupun Mission Impossible. Tak lupa film ini juga menghadirkan unsur visual dan teknologi yang tak kalah canggihnya dengan film James Bond.whiteboardjournal, logo