World Wide Web Consortium Mengajukan Sistem Baru Pengganti Password

Media
11.04.18

World Wide Web Consortium Mengajukan Sistem Baru Pengganti Password

Apa jadinya jika sistem password yang selama ini kita lakukan akan diganti?

by Whiteboard Journal

 

Teks: Livina Veneralda
Foto: Chicago Tribune

Apa jadinya jika sistem password yang selama ini kita lakukan akan diganti?

Sisten yang sudah beredar di internet sejak lama ini jelas mempengaruhi cara kerja kita dengan internet, mulai dari munculnya e-mail, hingga media sosial, password menjadi satu-satunya cara autentikasi. Setelah sekian lama hanya mengandalkan sistem ini, World Wide Web Consortium (W3C) mengajukan suatu terobosan baru yang berkaitan dengan penggunaan suatu standar autentikasi universal untuk semua sosial media oleh semua pengguna internet melalui beberapa browser sekaligus.

Standar ini dinamakan Web Authentication API (WebAuthn). Tidak lagi menggunakan password, sistem ini menggunakan kriptografi asimetris. Hal ini terbukti menyelesaikan beberapa masalah pengguna internet yang sering dijumpai, seperti pishing, dan data breaches. Meskipun Web Authentication API masih terdaftar sebagai Candidate Recommendation, ia telah diaplikasikan sebagai teknologi eksperimen oleh FireFox yang rencananya akan disusul oleh Chrome dan Edge di penghujung tahun ini. Beberapa perusahaan ikut mendukung standar baru ini, di antaranya Google, Microsoft, PayPal, Mozilla, dan Qualcomm. Apple disinyalir belum tergabung dalam misi ini.

Tidak lagi menggunakan regular password, Web Authentication API berencana menggunakan fingerprint, kamera, serta USB sebagai cara para pengguna untuk masuk ke dalam akunnya. Standar ini rasanya memang efektif mengingat tidak perlunya membuat password berbeda dengan ketentuan karakter dan panjang yang spesifik ketika masuk ke akun media sosial. Namun, apakah dalam aplikasinya, standar baru ini akan semakin mengambil privasi para pengguna internet? Kita lihat saja nanti.whiteboardjournal, logo