Deretan Studio Animasi di Indonesia

Ahead
05.06.18

Deretan Studio Animasi di Indonesia

Inilah beberapa nama studio animasi yang telah memiliki kontribusi dalam industri animasi di Indonesia.

by Whiteboard Journal

 

Teks: Carla Thurmanita

Foto: YouTube

Bukan sesuatu hal yang baru jika banyak orang mengetahui bahwa industri animasi di Indonesia bukanlah bidang kreatif yang paling diutamakan dan dilirik oleh kalangan luas. Banyak yang mengira bahwa hal ini dikarenakan keterbatasan sumber daya manusia dan tingkat apresiasi akan industri kreatif yang bisa dikatakan masih rendah. Namun rasanya pandangan ini ditampik oleh kenyataan bahwa masih banyak animator Indonesia yang berkualitas saling bekerja sama untuk menghasilkan karya yang tidak hanya dapat ditandingkan dalam tanah air saja, tetapi juga secara global. Hal ini seakan mengindikasikan bahwa perfilman Indonesia, terutama perfilman animasi, masih memiliki harapan yang sangat cerah. Di sini kami menjabarkan beberapa nama studio animasi yang telah memiliki kontribusi dalam industri animasi di Indonesia.

Lanting Animation

Adalah sebuah kolektif profesional sekaligus konsultan kreatif berbasis di Jakarta Timur yang memiliki fokus pada bidang ilustrasi, desain grafis, dan animasi. Ide dibentuknya Lanting Animation berangkat dari pemikiran salah satu pendirinya, Firman Widyasmara, bahwa pembuatan animasi itu tidak harus menuntut produksi yang mahal kesempurnaan gambar, dan waktu berjam-jam di depan komputer. Berbeda dengan kebanyakan studio lainnya, spesialisasi Lanting dikenal dengan keahlian animasi stopmotion nya, di mana salah satu karya stopmotion mereka yang bertajuk “Balloons” berhasil memenangkan Piala Citra pada tahun 2011.

Kumata Animation Studio

Studio animasi asal kota Bandung ini menjadi salah satu studio animasi besar di Jawa Barat, dan yang patut diperhitungkan dalam industri animasi Indonesia. Walau berfokus pada bidang animasi 2D, Kumata membuktikan karakternya lewat seri “Miles & Stone” dan animasi “Si Juki The Movie” yang masing-masing mendapat pengakuan tak hanya di dunia kreatif lokal tapi juga internasional.

BASE Studio

Bali Animasi Solusi Ekakarsa atau yang dikenal sebagai BASE Studio merupakan salah satu studio animasi besar yang berlokasi di area Bali. Didirikan pada tahun 2015, yang menarik dari studio satu ini adalah proyeknya yang terbagi menjadi produksi serial televisi, pendidikan, konsultasi kreatif, sekaligus news (berita) dalam bentuk animasi yang sebagian besar dikemas untuk pasar internasional. Serial animasi populer yang telah dihasilkan oleh studio ini di antaranya adalah “Sonic Boom” dan “Luna Petunia”.

Infinite Frameworks

Infinite Frameworks yang berpusat di Batam ini dikenal sebagai production house yang sudah menghasilkan beragam produk dari film dan serial televisi animasi yang menjadi tontonan skala internasional, di antaranya adalah “The Garfield Show” yang ditayangkan di channel Cartoon Network Asia, dan “Franklin and Friends”. Selain itu, studio yang mereka miliki pun dikatakan sebagai studio animasi terbesar dengan fasilitas sekelas Hollywood di region Asia Tenggara yang dapat menjadi alat bagi para sineas muda di Indonesia untuk menggarap karya animasi nya secara maksimal, tidak kalah dengan hasil visual dari luar.

MSV Pictures

Studio animasi yang didirikan pada tahun 2002 dan berbasis di Yogyakarta ini merupakan salah satu perusahaan produksi animasi terbesar yang dimiliki oleh Indonesia. Hasil karya animasi nya yang hingga saat ini paling terkenal dan masih dibicarakan ialah “Battle of Surabaya”, sebuah film animasi tanah air yang mengadaptasi cerita dari peristiwa pertempuran 10 November 1945 di Surabaya. Dalam pencapaiannya, film ini berhasil mendapatkan banyak penghargaan dari festival-festival film skala internasional sehingga secara otomatis menunjukkan keterampilan yang sebenarnya dimiliki oleh sineas Indonesia dalam bidang animasi di mata dunia. Tidak hanya film panjang animasi saja, MSV Pictures juga memproduksi serial televisi keluarga.

Studio Kasatmata

Jika pernah mendengar atau menyaksikan film animasi “Homeland” (2004) sebelumnya, adalah Studio Kasatmata yang menjadi sosok animator di belakangnya. Pada tahun 2000-an, studio animasi ini memang sempat banyak dibicarakan di antara kalangan pelaku industri animasi lokal dikarenakan berhasil membuat film animasi 3D pertama di Indonesia. Jika dilihat dari karya-karya yang dihasilkan oleh Studio Kasatmata, salah satu nilai yang selalu dihadirkan oleh studio animasi asal Yogyakarta yang dijalankan oleh sekelompok sosok kreatif ini ialah unsur warisan budaya Indonesia yang dikemas secara mumpuni ke dalam bentuk animasi.

Tampar Production

Tidak hanya studio-studio besar saya yang bisa membawa naik industri animasi di Indonesia, tetapi juga talenta-talenta yang belakangan ini sedang marak bermunculan. Adalah Tampar Production asal dari Yogyakarta sebagai pemenang kompetisi video “Layar Kita Bahasa Kita” yang merupakan bagian dari Go Ahead Challenge 2018. Dengan karya animasi nya berjudul “Go-Axy” yang disutradarai oleh Arief Khoirul Alim, menceritakan tentang satu layanan ojek online yang siap melayani penumpang dengan cepat dan aman, juga sigap melewati segala rintangan demi pelanggannya. Cerita yang bernuansa segar dan pengemasan dalam bentuk animasi yang apik menjadi nilai utama dari Tampar Production dan berkat kemenangan mereka di kompetisi “Layar Kita Bahasa Kita”, mereka mendapat kesempatan untuk mengolah ide serta mengeksplorasi karakter dalam sebuah proyek video musik bersama Angga Sasongko untuk lagu Iga Massardi ft. Stella Gareth – “Arus Merah”.whiteboardjournal, logo