3W: Kolektif Berbasis Film

Film
19.09.20

3W: Kolektif Berbasis Film

Peran kolektif film tidak hanya sebagai ruang nonton dan diskusi saja, tetapi juga sebagai medan yang mempertanyakan peran film dalam konteks yang lebih besar serta melihat potensi film sebagai edukasi massa.

by Whiteboard Journal

in partnership with British Council - DICE (Developing Inclusive Creative Economy)

Cinema Poetica

Who

Cinema Poetica berfokus pada kajian dan apresiasi film. Mereka mengkaji film dari segi sosial, politik, budaya, dan visual. Peretama didirikan oleh empat orang, mereka berkembang hingga mencapai 13 pengurus dari berbagai latar belakang.

What

Melalui cinemapoetica.com, mereka memberikan referensi dan tulisan mengenai film. Situs mereka up-to-date membahas film-film nasional maupun internasional yang relevan dan penting untuk dibahas. Mereka juga membuka submisi bagi para kritikus lain untuk mengirim hasil kajian sendiri untuk diunggah dicinemapoetica.com.

Why

Cinema Poetica melihat kekurangan wadah bagi literasi film di Indonesia. Mereka akhirnya membangun ruang untuk mengembangkan pengetahuan film melalui kajian terbuka yang dapat diakses oleh umum.

CLC Purbalingga

Who

CLC Purbalingga ingin memberikan pendidikan sinema kepada masyarakat setempat, terutama untuk kalangan pelajar. Saat ini, CLC Purbalingga beranggota 9 orang yang bergerak di ranah program dan manajemen.

What

CLC Purbalingga memiliki program yang berfokus dengan kegiatan perfilman melalui BIORA (Bioskop Rakyat). Mereka menayang film-film dari Purbalingga hingga Internasional, serta mengadakan lokakarya produksi film tingkat SMP dan SMA.

Why

CLC Purbalingga mampu menghadirkan edukasi film dari tahap produksi hingga eksibisi. Mereka berharap bisa melahirkan pembuat film muda dan membangun skena perfilman di Purbalingga dan Banyumas. 

Fantasi Tuli

Who

Fantasi Tuli memberdayakan kreativitas teman-teman tuli melalui wadah seni.

What

Fantasi Tuli hadir sebagai upaya untuk memberikan wadah bagi teman-teman tuli untuk bereksplorasi melalui seni pertunjukkan, seni musik, hingga produksi film. Mereka sudah pernah memproduksi film “Cerita Sunyi” dan “Kereta Kita”, yang meraih penghargaan Film Terbaik di Festival Film Jakarta 2019.

Why

Fantasi Tuli memberikan kesempatan bagi teman-teman tuli yang jarang mendapatkan akses di lapangan kreatif, dan sekaligus meningkatkan kesadaran publik terhadap teman-teman tuli dan disabilitas melalui produksi film dan kegiatan kreatif.

Forum Lenteng

Who

Komunitas egaliter yang berfokus pada eksperimentasi visual dan literasi media. Pertama didirikan oleh sekumpulan seniman dan mahasiswa ilmu komunikasi, Forum Lenteng sekarang dipandu oleh Hafiz Rancajale.

What

Sejak pertama didirikan, Forum Lenteng sering menyelenggarakan program yang berfokus pada eksperimentasi visual, performans, dan kolektivisme. Program seperti ARKIPEL, 69 Performance Club, akumassa, dan Milisifilem masih aktif dilaksanakan hingga sekarang.

Why

Forum Lenteng dengan giat melakukan studi dan eksperimentasi visual. Mereka merayakan budaya kritis dan literasi, serta membahas budaya sosial-politik melalui produksi dan distribusi film, media, dan tulisan.

Lab Laba Laba

Who

Lab Laba Laba merupakan kolektif seniman yang berfokus pada praktisi, eksplorasi, restorasi, dan eksperimentasi medium film analog. 

What

Lab Laba Laba berfokus terhadap edukasi, restorasi dan pengarsipan, serta produksi menggunakan film seluloid. Mereka mengadakan kegiatan penayangan film, diskusi, pengarsipan, dan edukasi terhadap film-film seluloid.

Why

Lab Laba Laba lahir sebagai upaya untuk melestarikan proses produksi film seluloid di era kamera digital serta meningkatkan kesadaran terhadap pentingnya pengarsipan film seluloid melalui edukasi publik. whiteboardjournal, logo