Ubud Writers & Readers Festival 2016
07/19/16 · 31,930 Views · Febrina Anindita

Buku menjadi salah satu pelengkap imajinasi dan mengarahkan pembacanya untuk menelaah realita yang tercetak di dalamnya. Kekuatan literatur dalam menstimulus pikiran pembaca menjalin hubungan yang lekat antara penulis dan pembaca melahirkan banyak komunitas atau kolektif tulisan yang produktif.

Adapun untuk merayakan buku, cinta dan makna yang timbul dari tiap kata, sebuah Ubud Writers & Readers Festival (UWRF) kembali hadir pada 26 – 30 Oktober mendatang di kota Ubud. Mengangkat tema Tat Tvam Asi, sebuah filosofi Hindu dari abad ke-6 yang berarti ‘Kita semua satu’, ajang melting pot ini ingin menekankan latar belakang identitas bangsa Indonesia yang kompleks dan kaya akan budaya di antara negara-negara di dunia.

UWRF akan diisi oleh rangkaian acara selama lima hari yang berupa panel-panel diskusi, workshop, acara khusus menikmati hidangan bersama penulis, tur kuliner, adu puisi, pameran seni, pemutaran film, peluncuran buku, dan banyak lainnya. Adapun bintang yang akan mengisi acara tahun ini tak lepas dari Eka Kurniawan dan Seno Gumira Ajidarma yang akan berbagi pengalamannya di dunia sastra yang erat kaitannya dengan medium alternatif ketika fakta dalam media massa tak lagi bisa diungkap. Ratih Kumala dan Iswadi Pratama pun akan hadir untuk membahas bagaimana interpretasi dan saduran naskah tertulis dalam sebuah pentas teater.

Selain itu, UWRF dengan bangga mengumumkan kehadiran penulis-penulis terbaik dunia yang telah memenangkan penghargaan, yaitu Charlotte Wood, pemenang Stella Prize 2016, Hanya Yanagihara, novelis asal Amerika yang sempat mendapatkan nominasi The Man Booker Prize in 2015, Juan Pablo Villalobos, penulis yang pernah memenangkan The Guardian First Book Award Mexican, dan dari negara tetangga, Amanda Lee Koe, pemenang 2016 Singaporean Book Award.

Tema Tat Tvam Asi yang mengeksplorasi ketiadaan suatu batas di dunia ini juga turut dibahas oleh Suki Kim, jurnalis investigasi keturunan korea yang berasal dari Amerika yang akan menceritakan hidupnya dalam penyamaran di Korea Utara. Lalu Stan Grant, jurnalis dan koresponden mancanegara yang baru saja menyelesaikan bukunya “Talking to My Country” juga akan bicara tentang fakta yang dialami nenek moyangnya; suku Aborigin di Australia. Anastasia Lin, Miss Canada 2015 dan pegiat hak asasi manusia pun akan melengkapinya dengan sudut pandang mengenai batasan dalam suatu bangsa.

-
Informasi Tiket dan Acara:
26 – 30 Oktober 2016
Lokasi: Beberapa tempat di sekitar Ubud, Bali, dengan program-program utama yang
dipusatkan di Jalan Raya Sanggingan.
Tiket Early Bird bisa dibeli mulai tanggal 27 Juli 2016 di www.ubudwritersfestival.com

Related Articles
view all
Ghibli is Back to Indonesia
01/15/18 · 5,895 Views
Memanusiakan Mode oleh Craig Green
09/23/17 · 12,256 Views
EXI(s)T 2013: The Artists
12/02/13 · 19,220 Views
Irama Nusantara Beta has Launched!
08/19/13 · 23,595 Views
Stars Live in Jakarta!
02/02/16 · 22,225 Views
Subscribe to Our Newsletter