Pembebasan Lewat Pakaian
08/12/17 · 9,802 Views · Febrina Anindita

Teks: Fransisca Bianca
Foto: Dezeen

Proyek terbaru dari seorang desainer asal Inggris, Johanna-Maria Parv, menjadi sebuah pembuktian baru bahwa tidak selamanya pakaian memiliki fungsi untuk ‘membatasi’ sesuatu. Parv mencoba menyuguhkan sebuah bentuk baru dari konsep berpakaian; bahwasanya pakaian yang menyelimuti tubuh selayaknya bisa tetap memberikan ‘ruang gerak’, khususnya bagi perempuan.

Dengan mengkombinasikan tren mode era akhir 1800-an hingga awal 1900-an dengan nuansa pakaian untuk bersepeda, mungkin butuh upaya sedikit lebih keras untuk memahami alterasi-alterasi potongan pakaian yang dibuat Parv untuk menyamankan pemakainya. Melalui sebuah karya yang memang memiliki keunikan dan karakternya tersendiri, Parv mencoba mengeksplorasi ide bahwa liberasi bisa dimulai semudah dari cara pakaian disuguhkan bagi perempuan.

Mungkin keindahan yang ada dalam koleksi Parv terletak pada ekspresinya yang luar biasa. Terinspirasi dari feminisme dan fungsi sosial, peleburan potongan pakaian klasik dan aksesoris yang tidak lazim ini memang layak dilihat sebagai sebuah gerakan progresif terhadap persepsi akan keharusan berpakaian bagi perempuan. Bahwasanya seiring berjalannya waktu, mungkin sebuah kebiasaan harus bisa berjalan bersamanya.

Tags: fashion
Subscribe to Our Newsletter