Quick Review: Le Clitoris

07.08.17

Quick Review: Le Clitoris

by Febrina Anindita

 

Teks: Fransisca Bianca
Foto: Bored Panda

Barangkali tanggapan pertama hanya dari membaca judul dokumenter singkat ini berat dengan prejudis ketabuan. Namun kenyataannya animasi singkat karya Lori Malepart-Traversy ini jauh dari penggambaran-penggambaran sensual ataupun frontal secara seksual. Yang akan ditemukan hanyalah animasi lugu bernuansa merah muda yang dengan secara komikalnya menjelaskan sejarah dan kultur yang menyangkut organ seksual perempuan yang menurut Le Clitoris tujuannya hanyalah untuk kenikmatan.

Bisa dikatakan dokumenter ini menghantar siapapun yang menontonnya, khususnya perempuan, untuk mendapat informasi unik yang mungkin atau tidak dapat berguna di kemudian hari. Pembahasan bergambar mengenai organ klitoris, yang semula pasti disangka hanya akan berbau sensualitas dan ketidaksenonohan oleh banyak orang, justru secara alami, cukup komedik, dan cantik berhasil dilakukan oleh Lori.

Mungkin justru dapat menyulut suatu rasa penasaran akan mengapa sulit sekali sepertinya mengangkat tema yang seharusnya menjadi bagian dari kealamian anatomi manusia kepada publik karena terlalu cepat dinilai sebagai sesuatu yang tabu atau terlarang. Karena justru dengan mengabaikannya, mungkin kita akan melewatkan informasi penting yang dapat menghantarkan kita pada suatu kunci akan sebuah kenikmatan yang siapa tahu bisa menjadi serbaguna tersendiri.

Quick Review Le Clitoris: 5/5

Le Clitoris (2016)
Sutradara: Lori Malepart-Traversy
Sinopsis: Sebuah dokumenter singkat yang menjelaskan sejarah dan budaya tentang organ klitoris pada perempuan.whiteboardjournal, logo