Gimme 5: Madrim Djody

20.10.17

Gimme 5: Madrim Djody

by Febrina Anindita

 

Teks: Amelia Vindy

Selain aktif dan tergabung di sebuah kolektif muda yang banyak menginisiasi acara-acara kreatif khususnya di bidang musik, yakni Studiorama, Madrim juga aktif menghadiri berbagai macam festival dan acara musik internasional untuk memperkaya wawasannya. Untuk itu, pada episode Gimme 5 kali ini, kami menanyakan 5 acara musik terbaik yang pernah ia hadiri.

Blur (reuni), London, 2009
Saya ingat sekali momen ketika Damon Albarn meneriakkan “We love London!” saat konser reuni Blur di Hyde Park, 8 tahun lalu. Konser ini diramaikan 60.000 orang yang bernyanyi bersama pada tiap lagu sembari menari dan berteriak antusias. Tentu sangat memorable bagi saya. Tapi ada 1 lagu, yaitu “Park Life” yang membuat mata beberapa orang sembab (mungkin karena lokasinya di Hyde Park?) dan bagi saya lagu tersebut memiliki kesan berarti karena saya ingat ada seorang laki-laki melempar botol plastik bau pesing ke kepala saya (tertawa). Anyway, still best 2009 concert ever!

Broadcast & The Focus Group, London, 2010
Trish Keenan adalah idola saya sejak masa kuliah hingga hari ini. Saya menyukainya karena karyanya menemani saya saat mengalami depresi. Saya bersyukur bisa melihat penampilannya langsung sebelum ia meninggal. Broadcast akan selalu memiliki tempat spesial di memori saya, RIP Trish.

Golden Plains Festival, Meredith, Australia, 2011
Ini merupakan camping festival berdurasi 3 hari terbaik yang pernah saya datangi. Belle & Sebastian, Joanna Newsom, Hawkwind, Os Mutantes dan The Besnard Lakes adalah penampil terbaik menurut saya kala itu. Saya tidak akan pernah lupa bagaimana indahnya pemandangan di dekat Meredith Amphitheatre, sebuah bukit terpencil yang terlihat seperti sebuah taman batu romantis. Benar apa yang dibilang oleh para warga lokal di sana, Aunty Meredith is super natural.

ATP I’ll be Your Mirror Festival, Melbourne, 2013
If you’ve been to one of ATP events you’re definitely my kind of peeps (tertawa). Tempat festival ini cukup random, karena mereka menggunakan sports arena besar yang dimodifikasi menjadi sebuah area bermain khusus untuk orang dewasa. Saya ingat saat itu suasananya berantakan, panas, dan pengap seperti yang saya perkirakan karena, ya, ini adalah acara All Tomorrow’s Parties (tertawa). Untuk mengerti maksud saya, mungkin bisa cek dokumenternya. Saya merasa waktu melambat ketika menonton SWANS, My Bloody Valentine, Einsturzende Neubauten, Sleepy Sun, Pere Ubu, GodSpeed You! Black Emperor dan setelah saya menangis bahagia.

Field Day Festival, London, 2017
Sebenarnya ada beberapa momen seru di periode 2014 sampai 2016, tapi karena saya hanya bisa menulis 5 penampilan musik terbaik, saya memilih festival terakhir yang saya hadiri tahun ini, yaitu Field Day Festival di London Timur. Festival ini layaknya representasi youth culture masa kini dengan nuansa 90-an yang kental. Beberapa penampilan musik di festival ini yang akan selalu saya ingat adalah Aphex Twin, Slowdive, Flying Lotus, Death Grips, Jon Hopkins, Nicolas Jaar, Ikonika, Moderat dan Silver Apples. Selain itu, festival ini menjadi semacan nostalgia saya akan masa-masa di London saat saya kuliah di sana. Rasanya seperti pulang kembali ke rumah.whiteboardjournal, logo

Tags