Latest stories

30.09.17

DEKADENZ

Dekadenz is back this month with special guest! DREEMS (Multi Culti) with the usual selectors: Jonathan Kusuma Ridwan Susanto Aditya Permana

29.09.17

Gimme 5: Dreems

To enrich our readers’ music reference (laugh), we asked Dreems - the eccentric DJ with mind-bending music - about his top 5 most-listened songs. This man is on a mission to free everyone from the divisive shackles of flags and tongues. We added “why” into the question, but apparently he got to run to somewhere else. So here you go, 5 current favs on his rotation outside of the disco. But before that, keep what he said in mind, "Whatever your culture, sex, or species, there is a place in your heart for light, sound, and dance, and that is where I will make my home.” Find out how those 5 songs influence or inspire his mix and see him live at Dekadenz this Saturday at FJ on 7!

29.09.17

Resipro(vo)kasi

Mudah untuk melupakan relasi budaya dan sejarah antar negara Asia Tenggara yang sepertinya mudah terpecah belah. Tanpa menyinggung proses asimilasi yang memang sudah berjalan dengan seiringnya waktu, harus diakui jati diri negara-negara Asia Tenggara lebih didominasi budaya barat dan Tionghoa. Proyek Condition Report, sebuah program pengembangan kuratorial Jepang dan Asia Tenggara yang pertama kali digagas oleh Japan Foundation Asia Center pada tahun 2015, berusaha untuk membahas pertanyaan itu dengan mengambil tema “What Is Southeast Asia?” Proyek ini mempunyai dua fase: pertama adalah 4 pameran kolaboratif di Jakarta, Kuala Lumpur, Manila, dan Bangkok yang melibatkan 21 kurator dari Asia Tenggara. Bagian kedua adalah 12 proyek seni rupa yang akan di organisir oleh kurator-kurator muda Asia Tenggara di masing-masing negara mereka. Dengan fase pertama sudah dilewati, fase kedua sudah dimulai dan pameran “Resipro(vo)kasi” adalah salah satu dari rangkaian 12 proyek seni rupa tersebut. Galeri Nasional Indonesia bekerja sama dengan Japan Foundation Asia Center untuk mengadakan pameran bertajuk “Resipro(vo)kasi: Praktik Seni Rupa Terlibat di Indonesia Pascareformasi” pada tanggal 5 hingga 19 Oktober 2017. Pameran ini bermaksud merepresentasikan perkembangan praktik seni rupa terlibat dalam kurun waktu pasca-reformasi hingga sekarang sebagai praktik penciptaan karya ‘alternatif’ dari dominasi karya individual berbasis studio. Bayu Genia Krishbie, sang kurator pameran, adalah salah satu peserta proyek Condition Report dan juga asisten kurator di Galeri Nasional Indonesia. “Resipro(vo)kasi” bisa diartikan dengan dua cara, “resiprokasi dan provokasi” ataupun “provokasi resiprokal”, yaitu metode komunikasi dan pertukaran gagasan dua arah secara egaliter antara perupa dan publik yang berrelasi langsung dalam proses penciptaan karya/peristiwa seni rupa, —disadari atau tidak— seolah saling memprovokasi satu sama lain. Sepuluh seniman individual dan kolektif akan menampilkan 10 karya dengan pendekatan mereka masing-masing seperti fotografi, instalasi, object, dokumentasi video, arsip, dan performance di ruang pameran. Perupa yang akan membawakan karyanya adalah Moelyono , Angki Purbandono, Wimo Ambala Bayang , Irwan Ahmett , Elia Nurvista , Fajar Abadi , Vincent Rumahloine, Alfiah Rahdini, Jatiwangi Art Factory, dan Cut and Rescue. - Kamis, 5 Oktober 2017 Pukul 17.00 WIB di Gedung B Galeri Nasional Indonesia Jl. Medan Merdeka Timur No. 14 Jakarta Pusat 10110 Kamis, 5 Oktober 2017 Pukul 19.00 WIB di Gedung B Galeri Nasional Indonesia Jl. Medan Merdeka Timur No. 14 Jakarta Pusat 10110 “Seni Rupa Terlibat di Indonesia Pasca Reformasi : Tinjauan Kritis” Jumat, 6 Oktober 2017 Pukul 14.00 WIB di Ruang Seminar Galeri Nasional Indonesia

Bamboo Twist
29.09.17

Indies 90s

90s is where it's at for indie rock goodness 1. Hey by Pixies 2. One More Hour by Sleater-Kinney 3. Cannonball by The Breeders 4. Holland, 1945 by Neutral Milk Hotel 5. Deceptacon by Le Tigre 6. Range Life by Pavement 7. Papa Was a Rodeo by The Magnetic Fields 8. Big Day Coming by Yo La Tengo 9. I Am a Scientist by Guided By Voices 10. I Am Trying to Break Your Heart by Wilco 11. Race for the Prize by The Flaming Lips 12. Where It's At by Beck

28.09.17

DER BAU

Dalam cerita berjudul Der Bau, Franz Kafka menggambarkan sebuah sarang yang terbentuk dari tubuhnya sendiri. Ia pun harus membawa sarang itu bersama jejak, bau, harapan dan keraguannya. Cerita tersebut kemudian diadaptasi oleh Isabelle Schad dan Laurent Goldring. Schad mengambil Der Bau karya Kafka sebagai metafora judul dan titik awal untuk penjelajahan tentang hubungan antara tubuh dan ruang dalam dunia tari. 28 - 29 September 2017, Koreografer: Isabelle Schad (Jerman) Umum: Rp75.000 Pelajar/Mahasiswa: Rp50.000

Load More Articles whiteboardjornal, search
whiteboardjournal, play
Loka Suara
NOW PLAYING

Loka Suara Live: Matter Mos

whiteboardjournal, play
Ahead
NOW PLAYING

Kilas Balik Record Label Lokal Independen, Aksara Records

whiteboardjournal, play
Ahead
NOW PLAYING

Inside the Weird World of Kendra Ahimsa

whiteboardjournal, play
Ahead
NOW PLAYING

Mimpi Indonesia yang Terajut Lewat Ambisi Kinarya GSP

whiteboardjournal, play
Ahead
NOW PLAYING

VLOG: Mencari Pempek dan Menemukan Warna-Warni Potensi Lokal

Column

A collection of opinion and creative essays by guest contributors. Submit your writing here.

Read More whiteboardjournal, search

A collection of opinion and creative essays by guest contributors. Submit your writing here.

SHOP WHITEBOARD JOURNAL

Goods & Services

Original line of products, essentials & accessories crafted by Whiteboard Journal.

Shop Now whiteboardjournal, search

Follow us on social media

Instagram whiteboardjournal, search Facebook whiteboardjournal, search Twitter whiteboardjournal, search

Subscribe to the Whiteboard Journal newsletter

Good stuff coming to your inbox, for once.