hotel dan tiket pesawat yang akan melengkapi rencana perjalanan Anda."/>

Jejak Portugis di Tanah Makau

12.01.17

Jejak Portugis di Tanah Makau

Pesona Nostalgia dan Leburnya Dua Budaya

by Febrina Anindita

 

Berkat letaknya di pesisir Selatan Tiongkok, pemandangan lautan dan gemerlap lampu yang mendominasi mata membuat Makau dikenal sebagai Las Vegas-nya Asia. Namun di balik sisi glamornya, Makau yang sebelumnya diduduki oleh Portugis sampai 1999 ini memiliki banyak jejak menarik untuk dinikmati oleh mereka yang menggemari atraksi budaya dan kuliner. Jika mau melihat lebih dekat, akulturasi budaya yang ada di destinasi wisata ini membuatnya memiliki nuansa nostalgia yang kental, mulai dari bangunan bersejarah, tempat-tempat yang memiliki atmosfer romantis, hingga kuliner dengan resep dan rasa familiar. Berikut adalah beberapa tempat di Makau yang bisa membuat kunjungan Anda berwarna selama 7 hari.

Selangkah ke Belakang

huawesmall
http://www.wolffchronicles.com/2014-2/june-2014/june-30-2014/

Mount Fortress
Walau sebelumnya didirikan sebagai pusat militer, tempat ini sekarang bertransformasi menjadi salah satu titik bersejarah yang wajib dikunjungi ketika berwisata ke Makau. Bangunannya yang masih terjaga membuat benteng ini menjadi bagian dari Warisan Dunia versi UNESCO sehingga seringkali dipadati oleh wisatawan mancanegara. Mount Fortress tidak hanya menawarkan panorama taman yang penuh dengan pepohonan hijau, tapi juga menjadi “rumah” dari Macao Museum – museum terbesar di Makau – yang memamerkan beragam karya seni dari pertengahan abad ke-17 sampai karya kontemporer.

Ruins of St. Paul’s
Arsitektur menjadi daya tarik utama dari bagunan ini. Terlihat megah walau hanya berupa reruntuhan, nyatanya facade dari Gereja St. Paul ini memiliki sejarah pilu pada kebakaran hebat yang terjadi pada tahun 1835. Pada masanya, St. Paul menjadi Gereja Katolik terbesar di Asia Timur yang dibangun dengan batu putih dan memiliki atap berkubah besar. Walau telah melewati masa kejayaannya, tempat ini masih menjadi tujuan utama para wisatawan ketika mereka mengunjungi Makau. Selain facade bersejarah tersebut, Anda juga bisa mengunjungi makam para martir Jepang dan Vietnam, serta museum seni berisi lukisan, pahatan, dan benda-benda upacara dari gereja maupun biara di Makau.

huawesmall
http://www.panoramio.com/photo/19347882

Na Tcha Temple
Terletak di belakang Ruins of St. Paul’s, kuil ini memiliki sejarah yang tidak kalah menarik. Kuil Na Tcha dibangun pada tahun 1888 dan direkonstruksi pada tahun 1902 sebagai dedikasi kepada Na Tcha, figur anak kecil di dataran Tiongkok yang dipercaya sejak abad ke-17 memiliki kekuatan yang dapat melindungi “kebenaran di bumi”. Walau ukurannya kecil, kuil yang hanya terdiri dari sebuah ruangan tanpa halaman ini, menjadi simbol harmoni peradaban timur dan barat. Selain banyaknya sejarah menarik yang bisa digali, posisinya yang berada di dalam pusat wisata menambah kontras di antara bangunan modern di sekitarnya.

Tamasya Budaya

Rua de Santo Antonio
Jika Anda ingin merasakan atmosfer Makau yang romantis melalui arsitektur peninggalan Portugis, tidak jauh dari Ruins of St. Paul’s terdapat Rua de Santo Antonio yang berdampingan dengan Rua de Sao Paulo. Di sini Anda bisa menemukan deretan toko bervariasi di kanan dan kiri anak tangga. Selain menawarkan pilihan berbelanja dengan warna Asia dan barat, toko-toko yang hadir dengan arsitektur ala kolonial Portugis menjadikan jalanan ini kaya dengan elemen budaya. Jika Anda senang dengan fotografi, coba susuri anak tangganya untuk mengabadikan tata kota Makau yang cantik.

huawesmall
https://commons.wikimedia.org/wiki/File:Senado_Square_in_Macau01.jpg

Senado Square
Setelah menyusuri Rua de Santo Antonio dan Rua de Sao Paulo, Anda akan mendapati Senado Square, sebuah square sebesar 3,7 hektar yang merupakan salah satu dari empat square terbesar di Makau. Keunikan dari square ini adalah tata ubinnya yang ikonik. Pada awal 1990-an, pemerintah menyewa seorang ahli untuk mendesain pola ubin di sana dengan mosaik yang terdiri dari batu berwarna berbentuk ombak yang kini menjadi trademark di Makau. Layaknya sebuah alun-alun, Senado menyediakan pusat perbelanjaan, restoran tradisional Tiongkok, dan atraksi menarik yang bisa dinikmati dari pagi hingga malam.

huawesmall
http://www.scmp.com/destination-macau/article/2024971/secrets-taipa-village-macau

Taipa Village
Jika Anda mencari tempat romantis yang tidak terlalu dipenuhi wisatawan, Taipa Village menjadi salah satu pilihan destinasi di Makau. Desa ini menghadirkan peleburan budaya Tionghoa dan bangsa Portugis lewat vila-vila berwarna pastel, gereja kolonial, dan kuil Tiongkok, sebuah kontras yang indah di daerah yang penuh dengan kasino. Salah satu tempat di Taipa yang memiliki nuansa romantis adalah Municipal Garden yang dibangun pada tahun 1955. Dengan pemandangan pegunungan, Gereja Putri Carmo / Carmo Church, dan Taipa Houses Museum, kebun yang dilengkapi dengan air mancur dan pepohonan ini terlihat sangat cantik ketika matahari terbenam.

Variasi Kuliner Nan Lezat

huawesmall
http://dude4food.blogspot.co.id/2011/11/lord-stowes-egg-tarts.html

Egg Tart
Egg tart merupakan salah satu bintang kuliner di Makau, dan perjalanan Anda belum lengkap jika tidak mencicipi egg tart di sini. Jangan tertipu melihat tampilannya yang agak terbakar, sebab rasa autentik, adonannya yang flaky dan tart kaya mentega, membuat makanan ini dicari pencinta kuliner.

Pork Chop Bun
Setelah egg tart, pork chop bun menjadi makanan yang patut Anda coba ketika berkunjung ke Makau. Yang membuatnya menarik adalah biasanya roti yang dipakai merupakan pinapple bun sehingga menawarkan rasa yang sangat gurih ketika digigit.

huawesmall
https://kellysiewcooks.com/2014/02/17/aff-hkmacau-macau-minchee/

Menu Bercita Rasa Portugis-Makau
Jejak Portugis tidak hanya terlihat jelas di arsitektur bangunan Makau, namun juga di kulinernya. Jika Anda ingin merasakan persilangan cita rasa Portugis-Makau (kerap disebut Macanese Cuisine), banyak kedai yang menawarkannya di pusat kuliner. Menu makanan yang khas selain egg tarts adalah Minchi; sisa-sisa potongan daging, disajikan dengan kentang yang dipotong dadu dan telur di atasnya, Macanese Samosas; serupa samosa ala India namun berisi daging sapi atau daging babi giling yang diolah dengan beragam bumbu kaya rasa, hingga Almond Cookies; shortbread ala Makau.

Selain almond cookies, salah satu dessert yang jadi favorit warga lokal maupun wisatawan di Makau adalah Serradura, bisa dibilang puding berlapis. Hidangan penutup ini serupa dengan dessert asli Portugis, Bolo De Bolacha; cake mousse dengan susu kental manis dan whipped cream. Dengan tekstur selembut tiramisu, puding yang terbuat dari krim dan susu kental manis pada lapisannya ini juga dilengkapi biskuit (biasanya menggunakan biskuit Marie). Anda bisa menemukan dessert ini di sejumlah restoran di Makau.

Kehadiran Makau sebagai salah satu destinasi wisata di Asia dengan sisi modern dan tradisional yang bersisian, membuat kota ini memberikan atmosfer nostalgia nan mempesona dari waktu ke waktu. Jejak kedudukan Portugis di sana tidak hanya meninggalkan sejarah, tapi juga budaya yang lambat laun terserap oleh budaya lokal sehingga menghasilkan daya tarik tersendiri bagi dunia. Untuk bisa merasakan “warna-warni” kecantikan Makau, andalkan Wego untuk mendapatkan hotel dan tiket pesawat serta berbagai penawaran menarik lain saat berlibur ke Makau.whiteboardjournal, logo

Tags