Apa yang Bisa Kita Prediksi dari Poster Film “Gundala” yang Akan Disutradarai oleh Joko Anwar?

Film
05.04.18

Apa yang Bisa Kita Prediksi dari Poster Film “Gundala” yang Akan Disutradarai oleh Joko Anwar?

Setelah sempat tanpa kepastian, kini “Gundala” sudah siap diproduksi.

by Febrina Anindita

 

Teks: Livina Veneralda
Foto: Google

Setelah sempat tanpa kepastian, kini “Gundala” sudah siap diproduksi. Proses pengambilan gambar akan dilaksanakan pada Agustus hingga Oktober 2018, sehingga kemungkinan rilis paling cepat adalah pada pertengahan 2019. Poster film “Gundala” pun kini telah beredar, membuat publik menerka akan seperti apa jadinya film superhero lokal yang paling ditunggu itu.

Porsi Drama yang Lebih Sedikit
Nama Hanung Bramantyo tercetus pada tahun 2014 lalu untuk menyutradarai film ini. Ia pun terkenal melalui sederet film drama yang sukses. Sayangnya, ketika pengembangan naskah, terlihat ketidak cocokan dengan sutradara yang memaksa Bumilangit Studios untuk mencari sutradara lain. Pencarian berakhir di Joko Anwar. Pergantian sutradara ini tentu membuat prasangka publik akan drama yang kerap dihadirkan oleh Hanung Bramantyo menjadi hilang, dan berganti dengan ciri khas berbeda yang dihadirkan oleh Joko Anwar.

Intens dan R-rated
Tidak seperti Hanung Bramantyo yang menggeluti drama, Joko Anwar seringnya hadir dengan film intens yang cenderung R rated, seperti “Modus Anomali” (2012), “Pintu Terlarang” (2009), dan “Jakarta Undercover” (2006). Melihat jejaknya dalam perfilman, Gundala sebagai film superhero bisa saja jatuh sebagai film R-rated seperti halnya tren film superhero di luar negeri.

Konflik Seputar Kerusuhan di Kota Besar
Untuk menjadikan “Gundala” yang diangkat dari komik tahun 1969 tetap relevan dengan penontonnya sekarang, ceritanya akan mengalami rekonstruksi. Joko Anwar sendiri menuturkan bahwa para penonton bisa related dengan situasi sekarang. Bukan tidak mungkin jika konflik pada “Gundala” nantinya akan berpusat pada kerusuhan di Jakarta. Apakah akan terkait dengan kerusuhan saat reformasi?

Ambil Bagian dalam Mengangkat Tren Superhero Lokal
Gundala sendiri kemudian ikut mengangkat awareness publik terhadap superhero lokal sebut saja Volt, Valentine, dan Caroq. Sepertinya, “Gundala” menjadi film superhero dengan ekspektasi yang tinggi, mengingat kurang suksesnya penayangan “Valentine” (2016) yang lalu. Wicky V Olindo, produser dari Screenplay Films, menyatakan misi yang terletak pada “Gundala”, yakni menjadi lokomotif akan sekian banyak proyek IP (Intellectual Property) yang dimiliki oleh studio Bumilangit. Oleh karena itu, Gundala rasanya akan menjadi film krusial dalam sejarah perfilman superhero lokal di Indonesia.whiteboardjournal, logo