“Domestic Formation”, Proyek dari 69 Performance Club Mengenai Tubuh dan Ruang Domestik

Art
07.04.20

“Domestic Formation”, Proyek dari 69 Performance Club Mengenai Tubuh dan Ruang Domestik

Melalui seri fotografi, proyek ini merupakan pemetaan antara relasi tubuh dan ruang domestik di tengah masa social distancing.

by Whiteboard Journal

 

Teks: Annisa Nadia Harsa
Foto: 69 Performance Club

Sebagai bentuk interaksi kreatif di kala social distancing, platform seni pertunjukkan 69 Performance Club akan menghadirkan sebuah presentasi proyek seni melalui akun Instagram mereka. Merupakan bentuk inisiatif yang dirintis oleh Forum Lenteng, proyek bertajuk “Domestic Formation” ini akan menampilkan seri fotografi yang merekam pergerakan para partisipan ini di dalam ruang domestik mereka masing-masing.

Melalui proyek ini, 69 Performance Club ingin memetakan tubuh sebagai suatu objek sekaligus medium interpretasi dari berbagai macam interaksi antara tubuh, ruang, dan benda-benda sekitar. Hal ini, menurut 69 Performance Club, merupakan bentuk studi antropologi terhadap situasi sosial yang sangat terbatas di kala social distancing ini. Aktivitas di dalam ruang domestik sekaligus pemetaannya merupakan cerminan nyata atas kondisi bagi banyak orang di tengah krisis wabah virus COVID-19. Adapun pemilihan fotografi sebagai medium disebabkan oleh kepekaan dari sebuah kamera terhadap faktor cahaya, gerakan, frame, dan fokus.

 

 

View this post on Instagram

 

DOMESTIC FORMATION @69performanceclub Pada edisi XIX ini, 69 Performance Club menghadirkan proyek fotografi performans yang membingkai rekaman-rekaman fotografis tubuh ruang-ruang domestik para partisipan. Tubuh-tubuh yang hadir dalam bingkai bisa secara utuh hadir sebagai objek tubuh, namun dapat juga berelasi dengan benda-banda dan ruang di mana tubuh itu hadir, sebagai salah satu cara menginterprestasi tanda-tanda antropologis dari ruang domestik kita. Medium fotografi membekukan tangkapan tubuh, ruang, dan benda-benda menjadi gerak imajinatif, yang dibungkus dalam permainan cahaya, kecepatan tangkapan kamera, frame, fokus, dan berbagai kemungkinan teknis di dalamnya. Dalam keadaan physical distancing akibat wabah Covid-19 yang mengharuskan kita untuk tinggal di ruang-ruang yang privat, proyek ini mencoba merefleksikan apa-apa yang bisa dibaca dari peristiwa-peristiwa situasi sosial yang paling aktual saat ini dalam karya seni fotografi performans. Proyek ini akan berlangsung selama bulan April – Mei 2020. Setiap karya partisipan akan diunggah secara berkala ke akun Instagram @69performanceclub sebagai bentuk presentasinya. *** In the XIX edition, 69 Performance Club presents a performance art photography project that frame bodies of participants in domestic spaces. The bodies shown in the frame can be representing as bodily objects, but can also relate to the objects and spaces in which they are situated, as a way of interpreting anthropological signs from domestic space. The medium of photography freezes the capturing of the body, space and objects into imaginative motion, in exploration of light, camera speed, the frame, focus, and other technical possibilities. In the situation of physical distancing due to the Covid-19 outbreak, which requires us to live in private spaces, this project tries to reflect on what can be explored current situation in the performance art photography. This project will take place from April to May 2020, each participant’s works will be uploaded regularly to the Instagram account of 69 Performance Club. https://performanceart.id/ #domesticformation #69performanceclub #forumlenteng #performanceart #2020

A post shared by 69 Performance Club (@69performanceclub) on

Berlangsung dari April hingga Mei tahun ini, edisi ke-19 dari 69 Performance Club ini akan menampilkan karya-karya dari sembilan partisipan, yaitu Dhanurendra Pandji, Dhuha Ramadhani, Maria Deandra, Pingkan Polla, Prashasti Wilujeng Putri, Robby Ocktavian, Syahrullah, Theo Nugraha, dan Taufiqurrahman. Karya dari partisipan-partisipan tersebut akan diunggah ke akun Instagram 69 Performance Club secara berkala.whiteboardjournal, logo