“Paralaks Fiksi”, Perjalanan Cecil Mariani Merekam Definisi Fiksi

Art
11.12.18

“Paralaks Fiksi”, Perjalanan Cecil Mariani Merekam Definisi Fiksi

Dengan kurang lebih 23 karya yang akan dieksekusi melalui 3 medium berbeda mulai dari instalasi ruang hingga lukisan.

by Whiteboard Journal

 

Teks dan Foto: Wienda Putri Novianty

Merujuk pada Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), fiksi dimaknai sebagai rekaan, khayalan ataupun hal yang tidak berdasarkan kenyataan. Cecil Mariani, seorang desainer grafis asal Jakarta, terusik untuk mencari pemaknaan fiksi yang kemudian ia rangkai menjadi pikiran-pikiran liar menyiasati pencariannya. Beranjak dari hal tersebut, baru-baru ini, Cecil berkesempatan mengusung pameran tunggal pertamanya bertajuk “Paralaks Fiksi” dengan merekam perjalanannya membedah definisi fiksi menggunakan medium kertas.

Bersama Galeri Kertas, Cecil mengupayakan pembedahan perspektif fiksi menggunakan medium kertas yang dirangkai menjadi sebuah hipotesa. “Paralaks Fiksi” berfokus pada pembahasan ide fiksi melalui pencarian definisi yang membatasi dunia realitas. Bagaimana fiksi hadir bukan berupa subjek melainkan sistem operasi yang membentuk rangkaian permainan. Heru Joni Putra, selaku kurator mengatakan bahwa pameran ini akan hadir menjembatani ruang publik dan ruang kerja seniman. Sebanyak kurang lebih 23 karya pun akan dieksekusi melalui 3 medium berbeda mulai dari instalasi ruang hingga lukisan.

Menelisik pada lukisan-lukisan Cecil bertajuk “One Dream Collectively and Wakes Up in Individualized Nightmare”, nampak figur-figur tubuh digurat secara natural membentuk raut wajah mendetail dengan lekuk tubuh manusia yang terdistorsi – terasa asing dan gelap. Guratan lukisan yang nampak agresif namun natural, disisipkan gradasi warna-warna kuat dari charcoal setidaknya menjadi representasi pikiran liar Cecil terhadap fiksi. Beranjak dari perasaan terusik inilah, secara spontan lukisan-lukisan tersebut hadir dengan garis-garis brutal nan harmonis.

Merangkum “Paralaks Fiksi” secara keseluruhan, nampak bagaimana pameran Cecil mampu menginterpretasikan keresahan dan kemuraman karya dengan mengajak para penikmatnya untuk ikut merasakan alur pikiran liarnya. Secara intim, pameran “Paralaks Fiksi” ini dirasa punya nilai sentimentil secara personal yang mampu mengajak para penikmatnya mengilhami dunia berdasarkan sudut pandang Cecil.  Lewat karyanya, Cecil menantang pengunjung berkontemplasi untuk menggali gagasan dan merefleksi pemaknaan atas fiksi.

“Paralaks Fiksi”

8 Desember 2018 – 7 Januari 2019

Galeri Kertas – Studio Hanafi
Jl. Raya Meruyung Gg. Manggis No. 72
Kp. Parung Bingung – Pancoran Mas, Depokwhiteboardjournal, logo