Compagnie X-Press Mengeksplorasi Ruang, Suara dan Cahaya Lewat “Parallèles”

Art
10.09.18

Compagnie X-Press Mengeksplorasi Ruang, Suara dan Cahaya Lewat “Parallèles”

Program acara penutup SIPFest 2018 tahun ini.

by Febrina Anindita

 

Foto: Komunitas Salihara/Witjak Widhi Cahya

Rangkaian program untuk SIPFest 2018 di Komunitas Salihara telah mencapai penghujung acara. Ditutup dengan tari kontemporer dari Perancis, yakni Compagnie X-Press, ruang seni inipun dipadati oleh penikmat performance art dari segala kalangan. Menghadirkan show berjudul Parallèles”, tari ini hadir dengan apik walau hanya ditampilkan oleh 2 orang penari.

Dirancang oleh koreografer Abderzak Houmi, tari kontemporer ini mendapati ragam respon dari penonton saat digelar pada tanggal 8-9 September 2018 lalu di Teater Salihara. Pasalnya, sejak awal show dimulai, black box dibuat intens dengan permainan lampu serta olahan musik yang mengisi tiap sudut ruangan. Tak hanya itu, berkat power luar biasa yang terlihat sejak gerakan pertama, koreografer ini mampu mengajak penonton untuk larut dalam wacana yang ditawarkan. Adapun keunikan muncul di kala sang penari membungkukkan badan melawan arah penonton dan membiarkan punggungnya bergerak disinari cahaya. Intensitas yang ditampilkan oleh mereka sontak membuat penonton mengernyitkan dahi, mencoba untuk memaknai gerakannya.

Menampilkan gerakan-gerakan berbau breakdance, “Parallèles” jelas membuktikan kecintaan Houmi selaku koreografer, terhadap hip hop. Sejak mendirikan Compagnie X-Press pada 2001, Houmi dikenal mendalami tarian hip hop secara otodidak dibarengi dengan olah ruang serta eksperimentasi bebunyian. Hasilnya, adalah suguhan yang memanjakan mata, telinga serta otak. Dengan memaksimalkan panggung, dan tata suara yang kadang kala menonjolkan bunyi nafas penari yang terengah-engah, penonton diajak meresapi gerakan paralel serta keintiman antara kedua penari. Sebuah penutup yang menggugah penonton untuk memahami tari kontemporer, tak hanya lewat gerakan.whiteboardjournal, logo