Gucci Menampilkan Runway Filosofis di Milan Fashion Week Fall/Winter 2019

Fashion
23.02.19

Gucci Menampilkan Runway Filosofis di Milan Fashion Week Fall/Winter 2019

Bentuk permohonan maaf Alessandro Michele setelah skandal koleksi Gucci FW 2018.

by Amelia Vindy

 

Foto: i-D Magz

Sempat menuai kontroversi setelah mengeluarkan koleksi autumn/winter-nya tahun lalu, Alessandro Michele selaku desainer dan creative director Gucci justru meresponnya dengan sangat positif. Pasca kejadian tersebut, Alessandro mengutarakan penyesalan dan ingin melakukan sesuatu demi menebus kesalahannya. “Kami mempelajari sebuah pelajaran, dan perusahaan ini akan melakukan sesuatu dengan cara yang berbeda”. Menurutnya, fashion mampu dan harus bisa merepresentasikan budaya juga keberagaman di seluruh industri dan hal tersebut perlu diperkuat. Marco Bizzarri, kepala eksekutif Gucci pun baru-baru ini mengumumkan akan merancang serangkaian inisiatif untuk menanamkan kesadaran budaya dan keanekaragaman di perusahaannya.

Untuk membuktikan perkataannya, Alessandro telah mempersiapkan sebuah gelaran megah sarat akan pesan-pesan yang sempat ia lewatkan di koleksi sebelumnya. Penampilan Gucci di Milan Fashion Week menjadi salah satu pertunjukan runway yang sangat intens dan kaya akan filosofi. Untuk koleksi fall/winter tahun ini, Alessandro mencoba memperlihatkan rasa cintanya yang mendalam pada hal-hal kuno dan androgini dengan tema “Otherworldly Masks”. Bahkan untuk penampilannya kali ini, Gucci pun merekomendasikan pemikiran seorang filsuf dan teoritikus asal Jerman pada buku “The Human Condition”, Hannah Arendt dan pemikirannya tentang topeng.

Selain topeng kulit atau plastik, Alessandro juga menggunakan perhiasan, anting-anting emas besar, hingga hiasan kepala yang hampir menutupi wajah para model sebagai bentuk lain dari “topeng”. Untuk pakaian, juga didukung dengan aksesori kulit tebal bertema “bondagedan paku raksasa yang kontras dengan gaun manik-manik juga motif-motif bunga lebih lembut. Untuk memperlihatkan semangat “otherworldliness, beberapa model juga mengenakan kontak hitam besar untuk menutupi bola mata mereka dengan alis putih, yang menyatukan masa lalu dengan masa depan.

“Topeng adalah metafora untuk mengeksplorasi pakaian dan apa yang mereka katakan tentang kita di kehidupan nyata,” ungkap Alessandro usai pertunjukan. Secara tidak langsung, Gucci mencoba untuk mengingatkan bahwa pakaian hanyalah sebuah kostum. Dan kita sebagai pemegang kuasa penuh terhadap “kostum” kita sendiri, sebenarnya punya kemampuan untuk menggiring pendapat orang terhadap diri sendiri, menggunakan “kostum” kita sehari-hari.whiteboardjournal, logo

Tags