YAY/NAY: Apakah Tema TK Ini di Pawai HUT RI Dapat Menanam Paham Kekerasan Pada Anak – Anak?

Human Interest
21.08.18

YAY/NAY: Apakah Tema TK Ini di Pawai HUT RI Dapat Menanam Paham Kekerasan Pada Anak – Anak?

Pantaskah murid-murid TK ini meramaikan pawai HUT RI dengan atribut bersenjata? Yay or Nay?

by Emma Primastiwi

 

Foto: BBC Indonesia

17 Agustus 2018, Probolinggo. Pagi itu, para warga Probolinggo berkumpul untuk merayakan ulang tahun Republik Indonesia yang ke-73. Pawai ini dimeriahkan oleh semua warga Probolinggo, tua maupun muda. Namun, di antara kemeriahan tersebut, warga Probolinggo tercengang setelah melihat barisan anak-anak TK yang menggunakan busana bercadar dan membawa replika senjata yang mirip dengan busana kelompok radikal bersenjata.

Kejadian ini menarik perhatian salah satu warga Probolinggo yang mengambil video pendek barisan anak-anak ini dan mengunggah video tersebut ke Facebook. Video ini pun akhirnya menarik perhatian komunitas online yang mengkritik pilihan busana dan tema oleh panitia pawai dan perwakilan sekolah tersebut. Argumen yang meramaikan fenomena ini adalah, busana dan atribut yang dikenakan pada anak-anak ini tidak pantas dan bisa menanamkan paham kekerasan pada anak-anak.

Perwakilan dari TK Kartika menyatakan bahwa mereka tidak bermaksud untuk menanamkan paham radikalis pada murid-muridnya, namun hanya ingin mengangkat keimanan dan ketaqwaan terhadap agama dan juga perjuangannya. Mereka juga menyatakan bahwa tema ini telah dikembangkan dibawah sepengetahuan orang tua murid yang telah menyetujui tema tersebut, sekaligus kostum yang dipersiapkan untuk pawai ini. Ada juga pembelaan diri dari pihak TK Kartika, bahwa murid lelaki nya juga mempunyai busana dan atribut yang mirip, dengan pakaian dan senjata polisi.

Melihat kejadian tersebut, hanya ada satu pertanyaan yang muncul di kepala, dari segi manakah itu pantas bagi anak-anak seumuran TK berpawai dengan membawa replika senjata?. Di tengah isu hukum kontrol senjata di sekolah – sekolah yang sedang melanda Amerika, kejadian ini merupakan suatu perbuatan yang mengacuhkan bahkan mencemoohkan tragedi – tragedi seputar isu tersebut.

Pesan yang ingin disampaikan bukanlah pesan yang radikal maupun ekstremis, namun penyampaian pesan tersebut didasarkan dengan gagasan yang terlihat mempromosikan radikalisme, itulah yang menyalakan amarah banyak warga Indonesia. Di perayaan ulang tahun Republik Indonesia bukanlah hari maupun cara yang tepat untuk menyampaikan pesan perjuangan dan ketaqwaan melalui glorifikasi senjata dan radikalisme yang dibawakan oleh anak-anak. Pantaskah mereka untuk meramaikan pawai HUT RI dengan atribut tersebut? Tuliskan pendapat anda di comment section.whiteboardjournal, logo