King Gizzard & The Lizard Wizard Merilis Reissue 5 Karya Pertamanya

Music
12.09.18

King Gizzard & The Lizard Wizard Merilis Reissue 5 Karya Pertamanya

Kabar baik untuk para penggemar band psychedelic rock asal Australia ini.

by Whiteboard Journal

 

Teks: Salsabila Ramadhani
Foto: WFUV

Kabar baik datang untuk para penggemar band psychedelic rock asal Australia, yakni King Gizzard & The Lizard Wizard. Band yang dibentuk pada tahun 2011 ini baru saja mengumumkan rencana mereka untuk merilis kembali reissue dari 5 karya awal mereka dalam format vinyl 12”.

Lewat reissue ini, King Gizzard & The Lizard Wizard berkeinginan untuk memberikan suguhan yang berkualitas kepada para penggemar dengan merilis karya-karya awal mereka dalam kualitas dan format terbaik. Mereka juga berpendapat bahwa karya-karya mereka yang telah beredar secara ilegal nyatanya memiliki kualitas bootleg yang sangat buruk, dan reissue ini hadir untuk menjawab keluhan khalayak. Mulai dari artwork, packaging, liner notes, hingga warna vinyl, rilisan-rilisan ini nantinya akan tampil dengan aura yang baru segar.

Rilisan ini akan tersedia dengan jumlah yang sangat terbatas, yakni hanya 5000 set per rilis. Terdapat pula beberapa penawaran special edition yang membuat para penggemar semakin ambisius untuk mendapatkan setidaknya satu diantaranya. Terdiri atas 1 EP dan 4 album, berikut ulasan karya-karya mereka yang direncanakan akan dirilis dalam bentuk reissue pada 2 November mendatang.

Willoughby’s Beach (2011)

Willoughby’s Beach merupakan rilisan pertama dari King Gizzard & The Lizard Wizard yang terdiri atas 9 lagu dalam satu kesatuan EP. Ketika mendengar lagu-lagu dari EP ini, para pendengar dapat dengan mudah menangkap atmosfer old surf psychedelia yang eksplosif, terutama lewat lagu pembukanya yang berjudul “Danger $$$”. Tak hanya itu, lagu-lagu di EP ini disajikan dengan lirik minim dengan tujuan untuk menonjolkan noise yang dapat membuat para pendengarnya tenggelam dalam dense-sonic atmosphere. Dapat disimpulkan bahwa karya pertama dari King Gizzard & The Lizard Wizard ini sukses menggemparkan skena musik indie-rock dengan menampilkan warna dan sayap mereka.

12 Bar Bruise (2012)

Album selanjutnya merupakan debut album mereka yang diberi nama “12 Bar Bruise”. Para penggemar pastinya akan terheran-heran dengan keluaran King Gizzard & The Lizard Wizard ini dikarenakan apabila dibandingkan dengan keluaran sebelumnya, unit ini menyajikan sesuatu yang sangat berbeda tetapi tetap berpegang teguh pada identitas dan warnanya. Album ini terdiri atas 12 lagu dengan aura traditional-rock dan dibumbui dengan rasa musik old-school yang kental – meninggalkan kesan yang menyenangkan setelah mendengarkannya. Bucata trek, “Elbow” menjadi salah satu lagu terbaik dari album ini, serta “12 Bar Bruise” yang direkam secara eksperimental dengan menggunakan 4 buah iPhone.

Eyes Like The Sky (2013)

Melibatkan penyanyi dari band The Dingoes yakni Broderick Smith, album “Eyes Like The Sky” sukses membuat khalayak kembali terperangah akan keunikan karya band ini. Bagaimana tidak, perpaduan antara suara Smith yang cenderung deep dan alunan permainan instrumental dari King Gizzard & The Lizard Wizard yang khas merupakan sebuah kombinasi terbaik yang pernah ada. Ditambah lagi, album ini disajikan dalam bentuk spesial – yakni dengan menyisipkan audiobook dan narasi pada tiap lagunya. Walau, sebagai satu-satunya album yang jarang beredar dan tidak dirilis secara masif di platform digital, “Eyes Like The Sky” uniknya dinarasikan lewat mikrofon Macbook. Sebut saja lagu “Murder Of The Universe” yang terbagi atas beberapa chapter, para pendengar pastinya akan hanyut dalam karya King Gizzard & The Lizard Wizard yang sangat berbeda dengan karya-karya sebelumnya.

Float Along – Fill Your Lungs (2013)

Pada album ketiganya ini, King Gizzard & The Lizard Wizard seakan-akan tidak lelah untuk kembali mengeksplor dan bereksperimen. “Float Along – Fill Your Lungs” merupakan album demonstrasi yang mengeksplorasi berbagai macam kepribadian, gaya, dan genre yang merepresentasikan perjalanan yang menyenangkan. Lewat pendekatan genre-hoppingnya ini, band ini membentuk mozaik sebagai hasil dari pencarian jati diri yang selama ini mereka lakukan. Lagu-lagu pada album inipun terdiri atas berbagai bunyi, genre, dan perpaduan instrumen yang berbeda-beda. Sebut saja lagu “Head On/Pill” yang berdurasi 16 menit ini sukses membuat khalayak terkagum-kagum akan berbagai macam warna yang terkandung pada lagu tersebut. Mulai dari tabuhan 2 drum yang enerjik, getaran bass yang tebal, serta tambahan alunan sitar yang tidak biasa, lagu ini sukses membuat para pendengarnya berdecak kagum akan kreativitas mereka.


Oddments (2014)

Album terakhir yang akan direissue kembali oleh King Gizzard & The Lizard Wizard adalah “Oddments”. Berisikan 12 lagu dengan genre yang sangat beragam seakan-akan dibawakan oleh 12 band yang berbeda-beda, album ini menjadi salah satu yang paling menarik dan diminati oleh khalayak. Hal tersebut terjadi dikarenakan album ini merupakan semi koleksi dari material-material dan demo-demo lama menjadi karya baru yang dikemas secara revolusioner. Walau banyak pihak yang memberi label aneh pada band ini, King Gizzard & The Lizard Wizard  sukses bertahan dalam skena musik dunia dengan identitas dan warnanya

Perilisan reissue dari kelima karya King Gizzard & The Lizard Wizard ini merupakan sesuatu yang sangat menarik. Hal tersebut terjadi dikarenakan apabila menapaktilas sejarah dari band ini, King Gizzard & The Lizard Wizard merupakan salah satu band independen yang tidak memperhatikan kuantitas penjualan dengan membatasi peredaran karya mereka. Sebut saja beberapa album yang diproduksi dengan kuantitas terbatas sehingga menyebabkan kelangkaan, rencana reissue ini merupakan ajang bagi para kolektor dan penggemar untuk mendapatkan karya mereka dengan format yang berkualitas dan sayang untuk dilewatkan. Perilisan reissue dari kelima karya awal King Gizzard & The Lizard Wizard sudah dapat dibeli pada 2 November mendatang lewat  Flightless Records.whiteboardjournal, logo