Kylie Jenner dan Fenomena “Brand Singularity” yang Menjadikannya Miliarder Termuda

Media
14.07.18

Kylie Jenner dan Fenomena “Brand Singularity” yang Menjadikannya Miliarder Termuda

Bagaimana caranya menentukan autentisitas jika sosok Kylie sendiri merupakan hasil branding yang telah dipikirkan secara matang oleh tim profesional?

by Ghina Sabrina

 

Foto: Nick Saglimbeni

Forbes, media dari Amerika Serikat yang berpusat pada dunia bisnis, baru saja mengeluarkan edisi terbaru dengan Kylie Jenner sebagai sampulnya. Tak hanya itu, ia juga masuk dalam kategori “60 Most Successful Women Entrepreneurs in America” dengan kekayaan sejumlah USD 900 juta yang ia capai melalui bisnis kosmetik dan pakaian hingga endorsement deals dan penampilan di TV.

Kylie menyatakan bahwa media sosial merupakan hal terpenting untuk menjaga minat penggemarnya yang selalu membeli beragam produk kosmetik yang ia promosikan dalam akun Instagramnya. Dengan 126 juta followers tentunya Kylie dapat lebih mudah mempunyai hubungan dengan penggemar sekaligus pelanggan setianya.

Kesuksesan Kylie dapat diatributkan pada fenomena brand singularity” dimana garis antara individu dan brand bukanlah hal yang absolut. Sosok Kylie Jenner sebagai seorang public figure telah dikenal secara luas tak hanya oleh masyarakat Amerika Serikat tapi juga oleh orang-orang di negara bagian lainnya. Dengan media sosial, para penggemar dapat mengikuti setiap langkah Kylie dan juga tahu setiap detail yang terjadi seakan-akan teman terdekat. Namun, bagaimana caranya menentukan autentisitas dalam hal-hal yang disebarkan di media sosial, jika sosok Kylie sendiri merupakan hasil sebuah branding yang telah dipikirkan secara matang oleh tim profesional?

Saat sebuah brand experience dapat terasa menyeluruh di medium yang berbeda-beda, dari penampilan public figure di media sosial maupun kehidupan nyata hingga di televisi, brand tersebut akan terasa lebih relevan dan engaging. Di kasus Kylie, perusahaannya memiliki pemahaman yang jelas tentang banyaknya cara para pelanggan terhubung dengan mereka. Dengan ini, terlihat adanya konvergensi antara berbagai jenis media yang diarahkan untuk satu hal, yaitu menjual sebuah produk.

Kesimpulannya, sebagai seorang social celebrity yang melalui fenomena “brand singularity”, Kylie Jenner mempunyai kapasitas untuk tidak hanya menjual produk-produk yang ditawarkan, tapi juga memperoleh hubungan yang lebih dekat dengan pengikutnya sehingga dapat menjadikannya sebagai miliarder termuda di Amerika Serikat. whiteboardjournal, logo