Badai Matahari Sebabkan Gangguan pada Jaringan Listrik dan Internet

Media
04.08.22

Badai Matahari Sebabkan Gangguan pada Jaringan Listrik dan Internet

Badai matahari kembali landa bumi pada tanggal 3 Agustus 2022 kemarin. Meski minor, ia tetap akan berdampak pada jaringan listrik dan internet kita.

by Whiteboard Journal

 

Teks: Ghina Prameswari
Foto: CNN Indonesia

Pada 3 Agustus 2022 kemarin, bumi menghadapi badai matahari untuk kedua kali selama tahun 2022. Setelah sempat terjadi pada bulan Juli lalu, perputaran matahari yang kian aktif disebut NASA sebagai alasan terjadinya dua badai matahari dalam jangka waktu pendek. 

Adapun penyebab dari fenomena ini ialah karena lubang koronal tempat medan magnet matahari berada bergerak ke luar angkasa alih-alih mencuat ke atas sebagaimana seharusnya. Material tenaga surya yang dihasilkan oleh lubang koronal tersebut lantas diserap oleh planet dengan medan magnet tinggi–termasuk pula bumi.

Meski begitu, badai matahari ini bukanlah ancaman serius. Diklasifikasikan sebagai golongan badai geomagnetik G1, badai ini terdiri atas partikel yang terbilang lemah. Dampak yang mungkin terjadi termasuk gangguan minor pada jaringan listrik juga kinerja ponsel dan sistem GPS. Tak melulu negatif, kehadiran badai matahari dalam skala kecil itu juga menghasilkan cahaya serupa aurora borealis yang dapat disaksikan di bagian selatan dan utara bumi.

Di sisi lain, suar matahari yang kuat dapat memiliki dampak signifikan pada kehidupan di bumi. Tercatat badai matahari terparah dalam sejarah terjadi pada tahun 1859. Peneliti mengungkapkan bahwa energi yang dilepaskan badai tersebut setara dengan 10 miliar bom atom. Sementara badai matahari berdampak sedang terjadi pada tahun 1989 di mana badai ini bertanggung jawab atas padamnya listrik di seluruh provinsi Kanada.whiteboardjournal, logo