Tokyo Olympics 2020 Larang Penonton untuk Hadiri Torch Lighting Ceremony

Sports
11.03.20

Tokyo Olympics 2020 Larang Penonton untuk Hadiri Torch Lighting Ceremony

Di tengah kecemasan wabah virus corona sebagai global pandemic, Hellenic Olympic Committee larang penonton untuk hadir dalam upacara penyalaan obor pada 12 Maret mendatang.

by Whiteboard Journal

 

Teks: Annisa Nadia Harsa
Foto: Olympics / Instagram

Pihak resmi dari Olympics 2020 Tokyo telah umumkan bahwa tradisi upacara penyalaan obor yang merupakan bagian dari pagelaran ini akan dilaksanakan tanpa adanya penonton. Larangan ini merupakan langkah yang diambil guna memperketat keamanan dan sebagai bentuk pencegahan dari menyebarnya wabah virus corona, atau COVID-19, di ruang publik.

Keputusan ini diambil untuk pertama kalinya dalam 35 tahun oleh Komite Olimpik dari Yunani, Hellenic Olympic Committee, dan Menteri Kesehatan Yunani sebagai langkah preventif, terlebih lagi karena status global pandemic yang sekarang dimiliki oleh wabah COVID-19. Para penonton pun dilarang untuk menghadiri kedua segmen upacara tersebut, yaitu dress rehearsal atau gladi resik dan upacara resmi. Alih-alih disambut dengan keramaian dan kehadiran ribuan penonton, pada kali ini upacara hanya akan mengundang tamu-tamu terpilih dengan jumlah tidak lebih dari 150 orang.  Tamu-tamu tersebut meliputi representatif dari pagelaran Tokyo 2020 Olympics, representatif dari International Olympic Committee dan tamu-tamu tambahan. Area press center dalam upacara ini pun akan ditutup dan akan hanya memberi izin untuk representatif media dengan jumlah yang sangat terbatas.

Obor yang akan dibawa dalam penyambutan ini nantinya akan diterbangkan ke Tokyo pada 19 Maret mendatang. Meski demikian, pihak resmi dari Tokyo 2020 Olympics belum mengumumkan apakah penyalaan obor di Tokyo pada 19 Maret mendatang akan menerapkan langkah-langkah yang sama. Akan tetapi, ada kemungkinan bahwa pagelaran Tokyo 2020 Olympics pada Juli hingga Agustus mendatang tidak akan dibatalkan atau dilaksanakan tanpa penonton. Melainkan, pihak resmi sedang mempertimbangkan bahwa pagelaran Tokyo 2020 Olympics akan diundur selama satu sampai dua tahun. 

Pengambilan langkah yang ekstrem ini didasari oleh meningkatnya kasus COVID-19 di Jepang dengan total 1.278 kasus. Sebagai upaya pengamanan dan pencegahan dari tersebarnya COVID-19, pemerintahan Jepang juga sebelumnya telah menerapkan lockdown pada sekolah-sekolah dan menutup destinasi-destinasi turis seperti Tokyo Disneyland dan Disneysea hingga April mendatang.whiteboardjournal, logo