Melihat Pameran “Heavenly Bodies” di The Met

Fashion
09.05.18

Melihat Pameran “Heavenly Bodies” di The Met

“Metropolitan Museum of Art” atau yang biasa disebut “the Met” kembali menggelar pameran kostum tahunan yang kini bertajuk “Heavenly Bodies: Fashion and the Catholic Imagination”.

by Ghina Sabrina

 

Foto: metmuseum.org

“Metropolitan Museum of Art” atau yang biasa disebut “the Met” kembali menggelar pameran kostum tahunan yang kini bertajuk “Heavenly Bodies: Fashion and the Catholic Imagination”. Sebagai acara grand opening, museum yang terletak di New York, Amerika Serikat tersebut juga menggelar “Met Gala”, yaitu acara penggalangan dana yang diadakan khusus untuk Costume Institute yang ada dibawah naungan institusi tersebut. Melalui tema yang diusung, mereka ingin menciptakan dialog antara fashion dan maha karya seni religius yang ada dalam kepemilikan museum.

“Heavenly Bodies” merupakan pameran terbesar yang pernah dikurasi oleh Costume Institute dengan menempati 3 galeri milik the Met yakni: “the Anna Wintour Costume Center” dan ruang abad pertengahan yang terletak di Fifth Avenue, dan “the Cloisters” di utara Manhattan. Sesuai dengan perannya sebagai acara penggalangan dana, tiket untuk undangan yang terpilih dihargai sekitar US$30.000 sementara untuk yang ingin memesan meja harus membayar US$275.000. Anna Wintour, editor-in-chief Vogue akan memimpin acara dengan bantuan beberapa figur lainnya seperti Rihanna, Donatella Versace dan Amal Clooney.

Dengan tema yang berpusat pada peran katolikisme di fashion, pameran ini telah mendapat dukungan dari “Sistine Chapel Sacristy” melalui pinjaman berupa 50 pakaian dan aksesoris kepausan asli yang beberapa belum pernah menginjak tanah di luar kota Vatikan. Kurator Andrew Bolton memastikan bahwa sebagai bintang utama pameran tersebut, pakaian resmi kepauasan yang dipinjamkan akan dipisahkan dengan busana fashion lain untuk menghormati kesakralannya dengan diletakkan di “the Anna Wintour Costume Center”.

Selain memperlihatkan pakaian resmi dari Vatikan, “Heavenly Bodies” juga berpusat pada tradisi narasi yang ada dalam katolikisme, salah satunya yaitu tentang tokoh-tokoh perancang yang dibesarkan dalam kepercayaan Katolik Roma seperti Pierpaolo Piccioli dari “Valentino”.   Dari sekitar 150 setel pakaian yang dipamerkan, terdapat karya Coco Chanel yang dulunya dididik oleh biarawati dan John Galliano yang karyanya terkenal dengan memperlihatkan pengaruh kental dari estetika yang terdapat dari katolikisme.

Dengan menempatkan fashion di tengah persimpangan antara ragam karya artistik religius yang merangkup lukisan dan arsitektur, “Heavenly Bodies” bertujuan untuk menunjukan bagaimana topik material Christianity telah berkontribusi untuk membentuk the Catholic imagination. whiteboardjournal, logo