Perkenalkan, Piezo-Acoustic Backscatter, Sensor Bawah Laut Bebas Polusi

Design
10.09.19

Perkenalkan, Piezo-Acoustic Backscatter, Sensor Bawah Laut Bebas Polusi

Mengoptimalkan fungsi dari lautan, kini solusi untuk laut ini semakin ramah lingkungan.

by Whiteboard Journal

 

Foto : Dezeen
Teks : Gernas Geraldi

Para peneliti dari Massachusetts Institute of Technology (MIT) menciptakan temuan baru yang lebih memanfaatkan kegunaan dari lautan. Mulai dari memantau dampak perubahan iklim, pengambilan sampel air, hingga membuat sebuah tenaga listrik. Terkadang, alat-alat yang digunakan untuk hal-hal tersebut malah menimbulkan polusi di dalam laut karena penggunaan baterai. Kini, para peneliti MIT telah menciptakan sensor bawah air bebas baterai.

Sedikit pengetahuan yang kita punya tentang lautan dan bagaimana hewan laut berevolusi dan berkembang biak, menjadi salah satu alasan mereka melakukan penemuan tersebut. Alat tersebut dinamai dengan Piezo-Acoustic Backscatter System dengan dua kegunaannya yaitu, untuk menciptakan energi dengan efek piezoelektrik, di mana getaran pada bahan tertentu menghasilkan muatan listrik dan untuk pengiriman data yang melibatkan pemantulan sinyal nirkabel yang biasanya digunakan untuk mengidentifikasi frekuensi radio. Mengirim data biasanya membutuhkan banyak daya, tetapi sistem mereka menyiasatinya dengan menggunakan backscatter, yang memanfaatkan gelombang suara yang ada. Lalu mencerminkan atau menyerap gelombang suara tersebut dan mengirimkannya ke penerima yang menafsirkannya dalam bentuk kode biner, sama seperti komputer. Sistem tersebut diciptakan karena sinyal Wi-Fi dan Bluetooth tidak dapat digunakan di bawah air. 

Piezo-Acoustic Backscatter System akan memungkinkan pemantauan yang lebih baik terhadap kehidupan laut dan suhu lautan selain itu juga untuk para ahli lebih memahami perubahan iklim dan memprediksi kenaikan permukaan laut. Sepertinya sistem tersebut dibutuhkan oleh negara-negara kepulauan seperti Indonesia. Karena daerahnya dikelilingi dengan lautan dan banyak masyarakat yang hidup bergantung dengan lautan. whiteboardjournal, logo