German Cinema Hadirkan Kisah Penuh Haru Lewat “Der Junge Muss An Die Frische Luft”

Film
07.10.19

German Cinema Hadirkan Kisah Penuh Haru Lewat “Der Junge Muss An Die Frische Luft”

Bercerita tentang seorang anak periang dan tidak pernah lelah untuk membuat orang di sekelilingnya bahagia.

by Whiteboard Journal

 

Teks: Novila Nuramalia

Foto: Maximum Cinema

Kali ini, kami berkesempatan lagi untuk menyaksikan sebuah film Jerman yang disajikan oleh Festival Film Jerman atau German Cinema, yang diselenggarakan oleh Goethe-Institut Indonesia. Film yang kami saksikan pada tanggal 6 oktober di Goethe-Institut Jakarta ini, merupakan film bergenre drama dengan judul “Der Junge Muss An Die Frische Luft”. Disutradarai oleh peraih Oscar, Caroline Link, film ini mampu membuat warna segar dimana kisah sebuah keluarga yang menyentuh dipadu-padankan dengan nuansa komedi dengan latar tahun 70-an di lembah Ruhr, Jerman.

Bercerita tentang seorang anak laki-laki berumur sembilan tahun bernama Hans-Peter yang tumbuh dalam keluarga hangat. Peter berbakat membuat semua orang di sekitarnya tertawa bahagia, hal itu telah ia rasakan sedari ia kecil. Setiap aksi kecil apapun yang ia lakukan, mampu mengubah suasana gundah menjadi penuh gelak tawa. Hingga suatu saat, Peter dihadapkan oleh masalah tidak terduga yang menimpa keluarganya. Berawal dari nenek kesayangannya meninggal dunia, kemudian ia harus menerima kenyataan bahwa ibunya yang periang mengalami sakit dan depresi. Semenjak itu, hari-hari Peter menjadi tidak secerah biasanya, sampai akhirnya, ibunya meninggal dunia, Peter benar-benar merasa terpuruk dan melewati kekacauan emosional. Namun Peter, merupakan seorang anak yang berkepribadian kuat, di saat ia melewati masa sulit karena kehilangan orang-orang tersayangnya, ia tetap ingin membuat orang lain di sekelilingnya tertawa bahagia. Hal itu ia lakukan, tidak lain untuk menyembuhkan luka-lukanya sendiri, juga Peter memandang bahwa semua orang yang ia sayang patut bahagia, meskipun ia sedang tidak berbahagia.

Film yang berdurasi 100 menit ini, mampu memberikan kisah haru dan nuansa humor menjadi satu. Alur ceritanya berhasil mengaduk emosional, membuat penonton tertawa, dan tak sedikit juga penonton yang mengeluarkan air mata. “Der Junge Muss An Die Frische Luft” berhasil memberikan sebuah pesan moral dan makna yang bisa tersampaikan dengan baik – hal ini terlihat dari penonton yang sangat menikmati dan riuh bertepuk tangan ketika film ini selesai. whiteboardjournal, logo