Kebijakan Baru Twitter Akan Menandai dan Memberi Konteks Pada Konten Media yang Menyesatkan

Media
09.02.20

Kebijakan Baru Twitter Akan Menandai dan Memberi Konteks Pada Konten Media yang Menyesatkan

Peraturan ini jadi salah satu upaya Twitter membatasi penyebaran konten bermasalah seperti video-video deep fake.

by Whiteboard Journal

 

Teks: Avicena Farkhan Dharma
Foto: Getty Images

Merespon keberadaan konten-konten menyesatkan yang tersebar bebas di platform mereka, Twitter akhirnya memperkenalkan sebuah kebijakan baru. Melalui kebijakan ini, Twitter hendak meminimalisir penyebaran konten membahayakan seperti video-video deep fake dengan menandai dan memberikan konteks pada cuitan tersebut. Hal ini merupakan upaya mereka mengatasi penyebaran konten media yang dimanipulasi untuk menghilangkan konteks asli. Berlaku pada 5 Maret mendatang, kebijakan ini diterapkan berdasar hasil konsultasi dengan beberapa pakar akademis.

Selain melarang cuitan yang memiliki informasi sesat, Twitter juga akan menandai cuitan tersebut sebagai “manipulated media” dan memberikan konteks informasi yang tepat. Twitter menyebutkan bahwa aturan ini berlaku bagi unggahan media yang dianggap sebagai “significantly and deceptively altered or fabricated” atau “secara signifikan diubah, difabrikasi, dan memperdaya”. Cuitan yang ditengarai bisa memanipulasi akan ditandai dengan ikon bendera dan peringatan sebelum pengguna lain bisa memberikan like atau melakukan retweet

Untuk menilai apakah sebuah tweet menyesatkan atau tidak, Twitter akan meninjau informasi akun dan tweet yang menyertainya, di samping beberapa faktor lain. Head of Site Integrity Twitter, Yoel Roth, menyebutkan bahwa “Kami melakukan asesmen agar memahami apakah seseorang yang membuka linimasa memiliki cukup informasi untuk mengetahui sesat atau tidaknya konten media di sebuah tweet.”

Kebijakan semacam ini sejatinya bukan hal baru dalam platform-platform media sosial, mengingat Facebook dan YouTube juga telah menyediakan rekomendasi pengecekan fakta bagi informasi yang memiliki potensi manipulatif dan menyesatkan. Kehadiran peraturan ini pun diharapkan bisa melindungi pengguna Twitter dari penyebaran konten-konten bermasalah. Pahami lebih jauh soal kebijakan baru ini dengan menonton video unggahan TwitterSafety di bawah.

whiteboardjournal, logo