Kembangkan Alat Deteksi COVID-19 Berbentuk Masker, Tim dari Kyoto Prefectural University Ingin Wujudkan Tes Mudah dan Murah

Human Interest
31.12.21

Kembangkan Alat Deteksi COVID-19 Berbentuk Masker, Tim dari Kyoto Prefectural University Ingin Wujudkan Tes Mudah dan Murah

Tim dari Kyoto Prefectural University tengah mengembangkan masker yang dapat menjadi alat pendeteksi COVID-19 dengan biaya produksi yang rendah, sehingga dapat dipasarkan dengan murah.

by Whiteboard Journal

 

Teks: Hafiza Dina
Foto: Kyoto Prefectural University

Pandemi COVID-19 merupakan suatu yang baru bagi masyarakat di seluruh dunia. Penelitian demi penelitian pun terus dilaksanakan untuk menemukan metode pencegahan sekaligus penanganan yang paling baik, dan dalam jangka panjang, masyarakat dapat hidup berdampingan dengan penyakit ini.

Peneliti di Negeri Sakura baru saja mengembangkan sebuah masker━yang sudah menjadi bagian dari atribut sehari-hari masyarakat sejak dua tahun lalu━dengan kegunaan ganda. Bak sekali dayung, dua tiga pulau terlampaui, masker yang dikembangkan oleh tim dari Kyoto Prefectural University ini tidak hanya menjadi penutup wajah, tetapi juga menjadi alat tes COVID-19 yang digadang-gadang akan lebih mudah dan murah.

Pada Februari 2021, tim yang diketuai oleh Yasuhiro Tsukamoto, Presiden Kyoto Prefectural University, ini menyuntikkan coronavirus yang sudah tidak aktif ke burung unta betina, mengekstraksi antibodi dari telur sang unta, dan mencampurnya ke dalam pewarna fluoresen. Dengan filter masker yang sudah dikembangkan secara khusus, pewarna akan mengubah warna kain menjadi hijau menyala saat disemprotkan sebagai tanda adanya paparan coronavirus.

Masker ini telah dicoba melalui tes awal pada 32 orang yang terinfeksi COVID-19; masker yang dikenakan oleh seluruh peserta memancarkan sinar di bawah sinar UV. Namun, seiring berjalannya waktu, sinar tersebut memudar, mengindikasikan bahwa terjadi penurunan potensi virus. Tsukamoto juga sudah mencoba sendiri masker ciptaan timnya ini. Dari masker yang dikenakan, Tsukamoto terindikasi terpapar COVID-19. Indikasi tersebut pun dikonfirmasi dengan tes COVID-19 biasa yang Tsukamoto ambil.

Guna mendapatkan izin dari pemerintah untuk mulai memasarkan masker ini pada tahun depan, sampel percobaan akan diperluas menjadi 150 peserta. Masker ini, ungkap Tsukamoto, dapat menjadi alat uji mudah yang dapat digunakan oleh siapa saja; antibodi yang diambil dari burung unta diproduksi secara massal dengan biaya rendah, sehingga harga jual dari alat ini juga tidak akan terlalu mahal.whiteboardjournal, logo