Who, What, Why: Denisa Rahma

Art
10.04.19

Who, What, Why: Denisa Rahma

Seniman muda yang menuturkan cerita lewat karya fotografi dengan konsep unik dan berkarakter.

by Whiteboard Journal

 

Teks: Stefano William A

WHO

Denisa Rahma Priscilla, atau lebih dikenal lewat nama DNAEIS tumbuh dengan pengaruh anime yang kemudian menjadi dorongan awalnya berkarya dalam industri kreatif. Seniman muda asal Jakarta ini telah menghasilkan karya-karya yang beragam. Lahir tahun 1997, DNAEIS berhasil menarik perhatian banyak kalangan lewat seni.

WHAT

Pilihan untuk berekspresi secara visual dipilih oleh DNAEIS karena bisa memancing reaksi berbeda-beda dari setiap orang. Bercerita melalui medium fotografi dengan membangun nuansa surealisme adalah keunggulan dari seniman ini. Kerap kali inspirasi berkaryanya muncul dari produk budaya populer, seperti ide menjelajah asal-usul manusia dalam karya Ancestor & Successor” yang datang dari film “Prometheus”, atau “Nature’s Extinction” sebagai gambaran mengenai masa depan tanpa kehidupan alam yang terinspirasi dari serial “Black Mirror”. Dengan pendekatan tersebut DNAEIS terbukti dilirik oleh beberapa penggiat di dalam industri kreatif untuk melakukan kolaborasi. Salah satu kolaborasinya dilakukan bersama duo dari dunia seni pertunjukan, The Bubiemen. Mengangkat banyak tema seperti kekacauan, puisi, bahkan cult, kolaborasi ini menghasilkan karya yang berkarakter dan unik.

WHY 

Menampilkan karya seni yang memiliki sentuhan unik dan khas, DNAEIS juga tertarik untuk mulai berkarya secara audio visual. Menawarkan topik dan cara bercerita yang unik, tentu mampu membuat seniman ini menjadi figur menonjol. Dengan luasnya ruang untuk melakukan eksplorasi mendalam serta berbagai peluang yang masih tersedia, DNAEIS adalah sosok yang perlu diberi perhatian lebih.whiteboardjournal, logo