Melihat Dampak Perang, Politik, dan Kemanusiaan di Fashion Internasional

Fashion
15.03.22

Melihat Dampak Perang, Politik, dan Kemanusiaan di Fashion Internasional

Fashion sebagai bagian dari kebudayaan dunia modern tak ketinggalan dalam menunjukkan kepekaannya terhadap pergolakan yang terjadi di dunia saat ini terutama Ukraina dan Palestina.

by Whiteboard Journal

 

Teks: Inaya Pananto
Foto: Act N˚1/Instagram

Perang antara Rusia dan Ukraina banyak mengundang solidaritas dari berbagai kalangan mulai dari organisasi non-profit hingga selebriti turut menunjukkan bentuk simpati mereka terhadap musibah kemanusiaan yang terjadi saat ini. Terjadi beriringan dengan peristiwa ini adalah pagelaran fashion dunia seperti Paris Fashion Week hingga Milan Fashion Week yang menimbulkan satu pertanyaan mengenai etis atau tidaknya acara-acara fashion ini terus berlangsung bersamaan dengan perang yang sedang bergejolak di Ukraina.

Presiden dari dewan penyelenggara Paris Fashion Week, Ralph Toledano, mengungkapkan pengumuman resmi terhadap semua pihak yang ikut terlibat dalam acara untuk menjalankan rangkaian acara ini dengan khidmat dan simpatik terhadap masa-masa gelap yang sedang berlangsung saat ini. 

Kontras antara kemeriahan kembalinya fashion week setelah diterpa pandemi 2 tahun terakhir ini dengan kelamnya perang yang melanda Ukraina menjadikan rangkaian acara ini diselimuti keraguan dan kesenduan tidak hanya bagi penonton namun juga bagi para pemain kunci fashion week.

Menanggapi kejadian ini banyak desainer memutuskan untuk menunjukkan dukungannya terhadap Ukraina melalui hasil karya mereka yang ditunjukkan di panggung fashion internasional. Giorgio Armani yang menjalankan acaranya di Milan dalam kesunyian sebagai bentuk respek terhadap korban perang di Ukraina. Balenciaga di bawah pimpinan creative director Demna Gvasalia sempat mempertimbangkan untuk membatalkan pertunjukannya namun kemudian memutuskan untuk mengemas dukungannya dalam pertunjukan yang menonjolkan perjuangan para korban perang di Ukraina dengan menjadikan modelnya berjalan menerjang badai salju dingin dan mengakhiri show tersebut dengan busana berwarna biru dan kuning representatif terhadap bendera Ukraina.

Desainer-desainer lain seperti Pierpa Piccioli bersama Maison Valentino, Act N˚1, ROKH, Nanushka, dan masih banyak lagi juga turut menyuarakan dukungan mereka terhadap Ukraina melalui pertunjukan-pertunjukan fashion mereka. Tak tertinggal, supermodel dan ikon fashion Gigi Hadid melalui unggahan Instagramnya mengumumkan bahwa ia akan turut menyumbangkan penghasilannya dari fashion week kali ini untuk membantu Ukraina dan Palestina. 

Unggahan ini sempat disunting oleh majalah fashion Vogue tanpa memasukkan bentuk dukungan sang model terhadap Palestina. Hal ini kemudian memancing protes dari banyak kalangan yang menilai hal tersebut menunjukkan ketidak santunan pihak editor terhadap isu kemanusiaan yang juga sedang terjadi di Palestina, negara yang merupakan latar belakang keluarga Hadid sendiri. Artikel itu kemudian diperbaiki namun dampak moral dari tindakan tersebut sudah terlanjur meninggalkan impresi negatif di mata publik.whiteboardjournal, logo