Oscar Isaac dan Jake Gyllenhaal akan Bermain di Film Intepretasi Ulang “The Godfather”

Film
02.10.20

Oscar Isaac dan Jake Gyllenhaal akan Bermain di Film Intepretasi Ulang “The Godfather”

Berjudul “Francis and the Godfather”, film ini akan mengeksplor konflik dan tantangan antara sang sutradara dan produsernya dalam pembuatan film “The Godfather”.

by Whiteboard Journal

 

Teks: Niskala H. Utami
Foto: Paramount Pictures

Sejak pertama dirilis di tahun 1972, “The Godfather” masih merupakan film legendaris yang wajib ditonton. Hampir 50 tahun kemudian, “The Godfather” akan diinterpretasi ulang menjadi semacam film biopik. Film berjudul “Francis and the Godfather” akan berfokus pada Francis Ford Coppola dan perjuangannya mengerjakan “The Godfather”. 

Film “The Godfather” menceritakan tentang pertentangan di dalam sebuah keluarga sindikat kriminal. Walaupun film bergenre gangster ini merupakan salah satu film terhebat dari Amerika, proses untuk menyelesaikannya cukup susah. Francis Ford Coppola, sutradara, sering berkonflik dengan Robert Evans, prosedur Paramount, untuk bisa mencapai visinya yang cukup ambisius.  

Coppola ingin merekam adegan di New York, tetapi ditolak Evans karena biaya anggaran akan sangat besar. Konflik lain antara mereka adalah keputusan untuk memerankan Al Pacino, yang waktu itu belum terkenal, dan Marlon Brando, yang sudah lama kehilangan daya tariknya. Konflik-konflik tersebut akan dieksplor lebih dalam pada “Francis and the Godfather”.  

Barry Levinson akan menyutradarai semi-biopik ini dan Oscar Isaac akan berperan sebagai Coppola sendiri. Bersama Oscar Isaac, Jake Gyllenhaal akan bermain sebagai produser Robert Evans, yang membawa “The Godfather” ke bioskop. Selain mereka, belum ada kabar siapa saja yang akan memainkan Robert Duvall, James Caan, John Cazale, Talia Shire, dan Diane Keaton. 

Coppola sendiri mendukung Barry Levinson sebagai sutradara film. “Any movie that Barry Levinson makes about anything, will be interesting and worthwhile!” ujar Coppola. Namun, perlu diingat bahwa Coppola sendiri adalah sutradara auteur sedangkan Barry Levinson adalah sutradara Hollywood. Akan menarik untuk melihat bagaimana Barry Levinson merepresentasikan ide dan cara berpikir Coppola dalam filmnya. whiteboardjournal, logo