Gimme 5: Haikal Azizi

Music
15.06.18

Gimme 5: Haikal Azizi

Menyambut penghujung Ramadhan tahun ini, Gimme 5 bertanya kepada Haikal Azizi tentang 5 lagu religi.

by Whiteboard Journal

 

Bin Idris dan Sigmun adalah 2 unit musik yang direpresentasikan oleh Haikal Azizi di skena lokal. Unit ini memang berbeda genre, namun keduanya menawarkan perjalanan psikedelik dengan kadar yang sama-sama memabukkan. Selain aktif sebagai musisi, Haikal pun kadang menyumbangkan idenya lewat bentuk seni rupa dan seringkali mengangkat tema relasi manusia secara spiritual. Maka dari itu, untuk menyambut akhir Ramadhan dan awal tahun Hijriah, kami pun menanyakan 5 lagu religi terbaik menurutnya.

Son House – John The Revelator
Hymne gospel blues ini lebih dulu direkam oleh Blind Willie Johnson tapi versi Son House yang nir instrumen bagi saya jauh lebih kuat. Son House bernyanyi tentang Yesus dengan suara parau hanya diiringi tepukan tangan. Jauh dari sempurna, rapuh dan teramat manusiawi. Son House bernyanyi sebagai seorang hamba.

Bimbo – Rindu Rasul
Lagu ini mampu menghentikan pesta dan menjadikannya shalawatan.

A.R. Rahman – Kun Faya Kun
Banyak lagu religi bermain di intonasi yang suram, tentang dosa, penyesalan dan ampunan. Lagu ini datang dari spektrum yang berbeda. Uptempo dan dihiasi ketukan ala Bollywood yang riang. Bintangnya adalah aransemen vokal yang begitu syahdu dan choir yang bersahut-sahutan merdu. Sulit untuk tidak bersyukur setelah mendengar lagu seindah ini.

Leonard Cohen – You Want It Darker
Saya sebenarnya ragu apakah lagu ini bisa masuk kategori lagu religi, tapi track ini begitu mengena hati. Di penghujung usianya Leonard Cohen terdengar begitu pesimis dan suram (seperti biasa). Nyanyian Cohen lebih pantas disebut penuturan, melalui pita suaranya yang kini seberat palu godam, Cohen mempertanyakan banyak hal yang tak terjawab di akhir perjalanan. “Hineni, Hineni, i’m ready my lord..” pada akhirnya ia hanya bisa berpasrah pada Tuannya. Fakta bahwa Cohen berpulang tak lama setelah “You Want It Darker” dirilis membuat lagu ini menjadi seperti doa yang terjawab.

Raihan – Demi Masa
Wu Tang-nya dunia Nasyid. Lagu yang mengambil inspirasi dari surat Al-Ashr ini memiliki salah satu lines paling panas di ranah lagu religi:

“Ingat lima perkara sebelum lima perkara:
Sihat sebelum sakit
Muda sebelum tua
Kaya sebelum miskin
Lapang sebelum sempit
Hidup sebelum mati”

Wallahi, these akhis be dropping rhymes like tomorow’s the Yaumul Qiyamah. whiteboardjournal, logo