Gabriel Boric Memenangkan Pemilihan Presiden Chile, Menjanjikan Inclusivity Serta Gender Equality Bagi Kabinet Kepresidenan dan Masa Depan Chile

Human Interest
23.12.21

Gabriel Boric Memenangkan Pemilihan Presiden Chile, Menjanjikan Inclusivity Serta Gender Equality Bagi Kabinet Kepresidenan dan Masa Depan Chile

Pada umur 35 tahun, beliau telah menjadi presiden termuda negara dalam sejarah konstitusional Chile.

by Whiteboard Journal

 

Teks: Titania Celestine
Photo: via BBC News 

Pemimpin protes mahasiswa Gabriel Boric telah mencetak sejarah dengan kemenangannya menjadi Presiden Chile. Pada umur 35 tahun, beliau telah menjadi presiden termuda negara dalam sejarah konstitusional Chile.

Boric, kandidat dari bloc leftist negara Chile, bersumpah untuk mereformasi model ekonomi yang sebelumnya dicetuskan oleh Gen Augusto Pinochet. Selain itu, Boric juga menekankan bahwa kesenjangan sosial yang marak ditemukan di Chile merupakan dampak dari model ekonomi free-market tersebut. 

“Kami adalah sebuah generasi yang menyuarakan hak-hak kami, memperjuangkan hak kami sebagai hak asasi, untuk diperlakukan bagai manusia, dan bukan bagai bisnis atau consumer goods,” tutur Boric dalam pidato kemenangan miliknya, disampaikan kepada ribuan pendukung yang terdiri dari kawula muda. 

“Tidak lagi akan kami perbolehkan rakyat kecil ditindas dan menanggung kesenjangan sosial Chile.” 

Boric, seorang mahasiswa yang tidak sempat menyelesaikan studinya di University of Chile, memiliki personality yang refreshing sebagai kandidat presiden Chile. Selama proses kampanye, beliau terbuka akan kisah dan pengalamannya dengan gangguan mental, lebih spesifik, diagnosis obsessive compulsive disorder (OCD) miliknya. 

Beliau menyatakan bahwa sudah waktunya Chile mulai membahas konsep mental health. Namun, banyak kritikus menyampaikan bahwa Boric belum berpengalaman, dan beliau pun menyetujui klaim tersebut, mengungkapkan bahwa ia memiliki banyak ruang untuk bertumbuh dan belajar. 

Sebagai calon presiden Chile, Boric menjanjikan sustainable growth bagi negara Chile, dan menjanjikan kenaikan tarif pajak bagi top 1%, untuk disalurkan pada kebutuhan ruang publik dan welfare programs. Beliau mengharapkan masa depan Chile yang lebih inclusive, dimulai dengan kabinet yang gender-equal, sebagai bentuk inkorporasi diversity negara Chile. 

Today, hope trumped fear.” tutup Boric pada akhir pidato kemenangan miliknya. whiteboardjournal, logo