Who, What, Why : Ubah Stigma

Human Interest
23.11.19

Who, What, Why : Ubah Stigma

Komunitas yang peduli akan isu kejiwaan dan berfokus membuat masyarakat Indonesia lebih ramah akan disabilitas mental.

by Whiteboard Journal

 

Teks: Novila Nuramalia

WHO

Ubah Stigma adalah sebuah komunitas online yang berfokus dalam mengubah stigma terhadap isu kejiwaan di Indonesia. Ubah Stigma juga membuka wadah bagi penyintas gangguan mental untuk bisa menyuarakan dan mengekspresikan diri dalam lingkungan yang suportif dan terbuka. Berawal dari diskusi mengenai minimnya hotline kesehatan mental di Indonesia, co-founder Asaelia Aleeza dan Emily Jasmine, yang sama-sama menempuh pendidikan jurusan psikologi sepakat untuk mengadakan acara “Let’s Talk About Mental Health” di Indonesia. Melihat banyaknya antusias dari publik terhadap isu kesehatan mental, mereka terdorong untuk resmi membangun sebuah komunitas yang saat ini masih terus aktif digerakkan oleh 15 anggota dari berbagai latar belakang. 

WHAT

Selain memiliki platform kesehatan mental dalam bentuk website, Ubah Stigma juga kerap aktif dalam mengikuti event talkshow yang bekerja sama dengan berbagai universitas dan organisasi lainnya. Ubah Stigma sendiri memiliki event tahunan seperti “Senigma”, yaitu sebuah art exhibition yang menampilkan karya-karya terkait kesehatan mental dari para teman seniman, sekaligus merayakan hari Kesehatan Mental Dunia. Selain itu, terdapat campaign “Let’s Talk”, yang mengangkat beragam tema seperti “Let’s Talk Public Image”, yang berhasil mengajak Reza Rahadian, Kunto Aji, Teddy Adhitya dan Iqbaal Ramadhan untuk menyuarakan efek-efek ketenaran sebagai public figure. Kali ini, Ubah Stigma sedang fokus dalam campaign “Let’s Talk Man Box”, sebuah upaya untuk mengapresiasi International Men’s Day, terbuka untuk semua teman-teman pria yang ingin bercerita mengenai keresahan hidup yang dialami berkaitan dengan tema toxic masculinity. 

WHY

Dengan melihat masih adanya kasus orang dengan gangguan kesehatan mental seringkali dianggap ‘gila’, ditelantarkan, bahkan dihadapi dengan kondisi-kondisi ekstrim seperti dipasung, Ubah Stigma menganggap isu kesehatan mental di Indonesia masih belum benar-benar teratasi sepenuhnya, khususnya di pelosok dan area pedesaan. Minimnya edukasi dan kesadaran tentang kesehatan mental membuat penderita justru malah tidak mendapatkan perawatan yang tepat. Dengan pergerakannya, Ubah Stigma ingin menjadi organisasi yang bisa mendorong masyarakat Indonesia untuk membuka pikiran, bahwa orang dengan gangguan kesehatan mental kedudukannya tidak lebih rendah dari manusia yang berfungsi secara normal – mereka patut menerima perawatan dan tempat yang layak, sama halnya seperti penanganan penyakit fisik pada umumnya. 

Membahas kesehatan mental, Whiteboard Journal membuka submisi untuk berbagi cerita terkait isu kesehatan mental pada rilisan buku kedua Whiteboard Journal Open Column. Untuk info lebih lanjut baca selengkapnya di sini.whiteboardjournal, logo