Lionsgate Play akan Fokus Pada Pasar Asia Tenggara di Tahun 2022

Media
04.12.21

Lionsgate Play akan Fokus Pada Pasar Asia Tenggara di Tahun 2022

Menurut Jain secara tradisional negara Asia memiliki ketertarikan yang luar biasa terhadap konten Hollywood, yang tentu saja merupakan bagian besar dari layanan mereka di seluruh dunia.

by Whiteboard Journal

 

Teks: Nada Salsabila
Foto: Lionsgate Play

Layanan streaming Lionsgate Play menargetkan kehadirannya di 15 negara Asia pada akhir tahun 2022. Dilansir dari Variety, menjelang Asia TV Forum and Market (ATF) Singapura, Rohit Jain yang merupakan Managing Director South Asia dan Networks mengatakan, “Give or take, kami harus berada di 13 hingga 15 negara pada akhir 2022. Kami sudah berada di delapan negara, Filipina akan meluncurkan untuk kami kuartal berikutnya.”

Peluncuran layanan tersebut di Asia dimulai dengan India. Negara-negara yang sekarang sudah menyediakan layanan itu termasuk Indonesia, Bangladesh, Malaysia, Maladewa dan Sri Lanka. “Kami fokus pada hampir sebagian besar pasar Asia Tenggara,” kata Jain. “Negara-negara yang tersisa di Asia Tenggara, kami menemukan antara itu Thailand, Vietnam, semua ini adalah pasar yang menarik.” 

Jain menambahkan, secara tradisional, negara Asia memiliki ketertarikan yang luar biasa terhadap konten Hollywood, yang tentu saja merupakan bagian besar dari layanan mereka di seluruh dunia. “Populasi berbahasa Inggris di seluruh wilayah ini fantastis, dengan demografis muda. Setiap pasar dievaluasi saat kami berbicara dan kami terus memprioritaskannya.”

Berdasarkan sebuah laporan terbaru oleh Media Partners Asia dan EY dan intelijen pasar perusahaan itu sendiri, Jain mengatakan bahwa pasar streaming Asia akan tumbuh menjadi 250 juta pelanggan yang membayar pada tahun 2025. “India, tentu saja, akan menjadi bagian besar dari itu, tetapi kami melihat pertumbuhan fenomenal di setiap bagian wilayah ini,” kata Jain. 

“Kami melihat beberapa pertumbuhan yang fantastis di Filipina, Indonesia adalah pasar yang kritis, Malaysia selalu menjadi pasar yang kuat dalam hal media, populasi yang lebih kecil dibandingkan dengan Indonesia, tetapi pasar yang fantastis.”whiteboardjournal, logo