Mengenal Mastodon, Sebuah Text-Based Social Media Platform Alternatif Twitter

Media
21.11.22

Mengenal Mastodon, Sebuah Text-Based Social Media Platform Alternatif Twitter

Mastodon menunjukkan kepada pengguna masa depan dan fitur-fiturnya sebagai alternatif Twitter, mengingat akuisis Elon Musk baru-baru ini yang ‘chaotic’.

by Whiteboard Journal

 

Teks: Shania Indah Adiyobikenia
Foto: BBC

Twitter telah terjun bebas ke ranah ketidakpastian dalam waktu singkat sejak Elon Musk secara resmi mengambil alih kendali platform media sosial tersebut. Setelah memberhentikan separuh staf perusahaan dan mengancam pengiklan, Musk menghabiskan sebagian besar minggu pertamanya sebagai Chief Twitter dengan aksi-aksi yang sebenarnya predictable: memposting meme Nazi, melarang orang untuk mengolok-olok tentang dia, dan lain sebagainya. 

Di tengah semua kekaucauan ini, telah terjadi migrasi massal pengguna ke Mastodon, platform sosial berbasis teks yang sering digambarkan sebagai alternatif Twitter. Banyak orang mengeluh bahwa jaringan terdesentralisasi Mastodon lumayan menyulitkan pengguna untuk memulai. Namun pada intinya, Mastodon sangat berbeda dari Twitter — dan hal ini yang membuatnya menarik. 

Jadi sebenarnya apa itu Mastodon

Mastodon menyatakan bahwa platform tersebut kini memiliki lebih dari 655.000 pengguna. Menurut mereka, lebih dari 230.000 orang telah mendaftar pada minggu sebelumnya. Pertama-tama ketika mendaftar ke Mastodon, kita harus memilih server telebih dahulu. Mastodon menawarkan berbagai opsi server – atau yang disebut sebagai ‘instances’ – berdasarkan lokasi, ketertarikan, bahasa maupun pekerjaan yang sangat beragam. Dengan begitu, pengguna Mastodon lebih teratur dan tidak seacak-acak seperti Twitter.

Mastodon dan situs lain yang mirip dengannya mewakili masa depan yang berbeda untuk web sosial, tetapi dalam desain yang dapat dikenali. Kini hari, seringkali jejaring sosial terpusat (seperti Twitter) mengeksploitasi data perilaku untuk keuntungan pemasar korporat. Mungkin saja sekarang jejaring media sosial yang terdesentralisasi — seperti Mastodon — akan menjadi salah satu solusi pada kebiasaan doomscrolling yang destruktif.whiteboardjournal, logo