Gimme 5: Lagu Elektronik Pilihan Ican Harem

Music
04.04.19

Gimme 5: Lagu Elektronik Pilihan Ican Harem

Dari Herman Barus hingga Atari Teenage Riot.

by Whiteboard Journal

 

Sebagai seseorang yang memiliki karakter tersendiri di dunia seni, Ican Harem, terkenal berhasil menghasilkan karya-karya eksentrik dan eksplisit dalam bentuk pakaian. Coretan, sketsa, hingga penggabungan bahan selalu menjadi produk seni yang mencolok. Selain mengkaryakan kreativitasnya lewat busana, bersama Kasimyn dia membentuk duo elektronik bernama Gabber Modus Operandi. Melakukan eksperimen terhadap musik Gabber dan elemen musik tradisional adalah sebuah hal yang secara mantap dihadirkan dalam album perdananya, “Puxxximaxxx”. Dengan latar belakang pendidikan dari pondok pesantren hingga bisa mencipta karya seperti saat ini, kami menanyakan apa saja lagu elektronik favorit versi Ican.

TerbujurKaku – Sekar Jupun

Lagu yang bikin terperangah. Dengan produksi yang mentah, pas dengar remix ini dan memutarnya beberapa kali di pesta membuat saya kesurupan sampai orang orang mlongo. Definisi ethnic electronic breakcore. Perkenalan pertama saya terhadap musik elektronik yang aneh aneh.

Herman Barus – Penceng

Karena kedekatan emosi dengan kampung halaman, ketika saya menetap di Pondok Pesantren di Tanah Karo. Hentakan cepat musiknya mengisi masa liburan saya ketika cabut dari pesantren. Mengenal onani dan pesta-pesta di sungai tanah Melayu, Namorambe.  Angkot trayek Sudako 138 Tanjong Anom-Pajak Sentral, selalu memutar style keyboard Karo remix. Kami para santri soleh pun mengangguk-angguk kepala sambil ngeliatin tetek penumpang.

Rentak Kudo Anes Music

Dihadiahi oleh rekan saya, Erlangga, musisi harsh-noise dari Bali dengan nama panggung  Grindtabachan. Enggo selalu memberi tautan nubuat masa depan. Tepat ketika saya berulang tahun dia mengirimkan Rentak Kudo. Ritmik Melayu liar dengan paduan keyboard kawinan, ibu-ibu jilbab serta anggota TNI kesurupan. Yawes Laaaa Yaa…. Loud!!

Atari Teenage Riot – Speed

First kiss (pakai lidah) dengan digital hardcore. Yang memperkenalkan Dito dosen ADVI dengan nama lengkap Raden Arsita Pinandita, rekan satu unit saya di Cangkang Serigala. Selanjutnya semakin mengamini, ketika anak-anak HONF bergelimpangan ketika lagu ini diputar di salah satu pembukaan pameran di Jogjakarta.

Casual Gabberz – Pour Mes Gens

SAYA MENANGIS DI LANTAI. Menengadah ke atas jam 5 subuh, lampu klub yang dari tadi minimal, cuma lampu strobo keclap-keclap berganti warna. Ada yang datangi saya tidak tahu itu cewek atau cowok minta peluk. Substansi mempengaruhi, orang orang berpelukan. Di salah satu festival di sebuah klub malam yang security-nya tidak pernah senyum. whiteboardjournal, logo