James Blake Ungkapkan Jati Dirinya Lewat “Assume Form”

Music
20.01.19

James Blake Ungkapkan Jati Dirinya Lewat “Assume Form”

Album keempat yang memposisikan sang produser sebagai pusat perhatian.

by Ghina Sabrina

 

Foto: Stereogum

Sejak kemunculan pertama, James Blake dikenal sebagai produser sekaligus penyanyi dengan musik yang memiliki nuansa intim dan penuh misteri. Suara nyanyian lembut yang diiringi dengan musik elektronik minimal dapat ia susun menjadi sebuah lantunan halus maupun kekacauan yang claustrophobic. Kemampuannya sebagai produser terbukti lewat sederet nominasi dan piala yang ia raih lewat beberapa rilisannya, salah satunya Mercury Prize untuk album kedua “Overgrown”. Karakter uniknya dalam bermusik membuatnya menjadi kolaborator dalam trek-trek milik para chart-toppers seperti Jay-Z, Kendrick Lamar dan Frank Ocean, membuatnya semakin tertanam pada budaya pop di era ini. Kepercayaan dirinya pun pada akhirnya dapat menghasilkan “Assume Form”, album keempat yang memposisikan Blake sebagai pusat perhatian.

Dibuka dengan “Assume Form”, trek ini ditunjuk sebagai pintu utama yang akan memperkenalkan para pendengar dengan situasi di sekelilingnya. Berada di tengah-tengah pergulatan mental, ia seolah-olah telah siap untuk kembali menghadapi kenyataan dengan “I’ll assume form / I’ll be out of my head this time”. Walau sebenarnya ia pun belum sepenuhnya siap untuk beranjak dari depresi yang telah membawanya ke wilayah kelam, “It feels like a thousand pounds of weight holding your body down in a pool of water, barely reaching your chin.”

Dalam trek tentang kegelisahan dalam hubungan percintaan, “Are You In Love?” menyajikan sisi insekuritas dengan perlunya validasi atas perasaan yang ia rasa. Namun, nuansa romantis pun muncul lewat trek “Barefoot In The Park” yang mendapati Blake berduet dengan Rosalia. Dalam trek tersebut, suara keduanya berharmonisasi secara apik dan menyajikan gaya flamenco yang diubah secara modern – memperlihatkan keterbukaan Blake atas gaya-gaya musik yang belum pernah ia sentuh sebelumnya.

Secara keseluruhan, jika pada album sebelumnya Blake telah pelan-pelan membuka dirinya secara emosional, “Assume Form” merupakan album yang menyajikan pribadi sang produser dalam keadaan terbuka dan berani menghadapi realita kehidupan.whiteboardjournal, logo