Yayoi Kusama Kembali Gelar Pameran di New York Bertajuk “Every Day I Pray For Love”

Art
14.11.19

Yayoi Kusama Kembali Gelar Pameran di New York Bertajuk “Every Day I Pray For Love”

Menyorot karya “Infinity Mirror Room” yang belum pernah dilihat sebelumnya.

by Whiteboard Journal

 

Teks: Novila Nuramalia
Foto: Hypebeast

Musim panas ini, galeri David Zwirner mengumumkan bahwa seniman kontemporer terkenal Jepang, Yayoi Kusama, telah kembali lagi membawa instalasi dan pahatan berskala besar ke ruang galeri yang bertajuk “Every Day I Pray For Love”.

Sejak bekerja dengan seniman pop dan minimalis pada 1960-an, Kusama telah menciptakan karya yang telah berhasil menarik perhatian global. Dari karya polkadotnya yang terkenal hingga instalasi berskala besar, Kusama mengeksplorasi keinginannya untuk melarikan diri dari trauma psikologis melalui visi artistik obsesif. “Every Day I Pray For Love” ini membawa pengunjung ke dalam lingkup instalasi karya yang menyoroti gaya seni Kusama yang produktif. Serangkaian lukisan baru yang menggambarkan bentuk biomorfik menampilkan fokus Kusama pada detail kecil namun tetap dengan eksplorasi warna yang berani. Pengulangan titik-titik atau ‘dot’ dalam karyanya berperan sebagai sumber dari self-obliteration.

Pada gelaran pameran inipun sekaligus menyorot debut “Infinity Mirror Room” yang belum pernah dilihat sebelumnya. Pada karya berjudul “Dancing Lights That Flew Up To The Universe”, ia menyuguhkan ruang instalasi dengan karya yang menawan yang membebaskan pengunjung untuk membenamkan diri dalam ilusi ruang tanpa batas. Karyanya yang lain, “Ladder to Heaven” terdiri dari tangga baja yang ditutupi dengan lampu LED dengan cermin melingkar ditempatkan di atas dan di bawahnya. Ketika tangga berubah warna, pengguna akan memiliki kesan bahwa tangga tersebut tidak memiliki awal juga akhir. Kusama seakan terus membalut para pecinta karyanya dengan bentuk yang tampak organik untuk memberikan kesan tak terbatas dan kontinuitas. Hal ini ia dedikasikan untuk seluruh hidupnya dan sebagai bentuk cintanya kepada alam semesta.

Pameran “Every Day I Pray For Love” sudah dibuka di galeri David Zwirner, New York, dan berlangsung hingga 14 Desember 2019.whiteboardjournal, logo