Who, What, Why: Indonesian Film Society

Film
11.10.20

Who, What, Why: Indonesian Film Society

Organisasi film di Inggris yang ingin menampilkan film-film Indonesia di panggung internasional.

by Whiteboard Journal

 

Teks: Adinda Mutiara Anisa
Foto: Indonesian Film Society

WHO

Indonesian Film Society merupakan sebuah organisasi film yang mempunyai visi untuk  menampilkan film-film Indonesia di panggung internasional. Organisasi ini awalnya didirikan oleh Eric Sasono, Rachel Surijata, Adrian Scanlon, dan Patrick Tantra. Namun, seiring berjalannya waktu, jumlah komite yang aktif dalam Indonesian Film Society tumbuh menjadi 7 orang, di mana anggota yang bergabung rata-rata merupakan diaspora Indonesia yang datang ke London untuk melakukan studi master.

WHAT

Motivasi mendirikan Indonesian Film Society awalnya bermula dari kegemaran para pendiri organisasi akan menonton dan menayangkan film-film Indonesia di beberapa kampus di London. Ide untuk membuat organisasi ini pun disambut baik oleh KBRI London yang ingin membawa karya film bangsa Indonesia kepada ranah Inggris. Pertemuan serta kesamaan visi antara mereka dan KBRI inilah yang kemudian menjadi pondasi organisasi Indonesia Film Society. Terbukti pada tahun 2019, mereka sukses menghela festival film bertajuk London Mini Indonesian Film Festival (LMIFF) selama tiga hari dengan menampilkan beberapa film Indonesia, seperti Turah (2016), Nyanyian Akar Rumput (2018), 27 Steps of May (2019), Dua Garis Biru (2019), dan Bumi Manusia (2019).

Kedepannya, Indonesian Film Society ingin terus menyajikan film-film Indonesia untuk khalayak Inggris secara daring, mengingat kondisi pandemi yang tidak memungkinkan pemutaran film secara analog. Mereka juga berencana untuk terus memperkenalkan film-film Indonesia dengan cara mengadakan kembali London Mini Indonesian Film Festival (LMIFF) dan menjadikannya sebagai bagian dari program rutin tahunan Indonesian Film Society.

WHY

Indonesian Film Society mewadahi berbagai macam kegiatan, mulai dari menayangkan film-film Indonesia untuk dapat ditonton oleh khalayak di Inggris, hingga acara diskusi film yang didatangi oleh para ahli perfilman. Melalui kegiatan-kegiatan tersebut, Indonesian Film Society memiliki tujuan utama untuk menjadi organisasi yang aktif mengulas isu-isu sosial dalam film-film secara kritis. Selain itu, mereka juga memiliki tekad untuk dapat menjembatani budaya Indonesia dan budaya Inggris demi menciptakan budaya kontemporer. Hal ini mereka lakukan dengan harapan agar budaya Indonesia dan budaya Inggris dapat saling berhubungan, tanpa menghilangkan jati diri tanah air. Maka dari itu, mereka berharap agar diaspora Indonesia yang berada di Inggris akan terus belajar memahami lingkungan, membuka pertemanan lebih luas, serta tetap berupaya melihat negara Indonesia dengan kacamata yang lebih kritis lagi.whiteboardjournal, logo