Hindia bersama Dipha Barus Menyambut Tahun Baru dengan “Tidak Ada Salju di Sini, Pt. 7”

Music
17.01.21

Hindia bersama Dipha Barus Menyambut Tahun Baru dengan “Tidak Ada Salju di Sini, Pt. 7”

Dibuka dengan bunyi monitor detak jantung yang digabungkan dengan pelafalan Doa Bapa Kami oleh seorang anak kecil.

by Whiteboard Journal

 

Teks: Ratu Intan Mutia
Foto: Sun Eater

Sebagai pengawal tahun 2021, Baskara Putra yang lebih dikenal sebagai Hindia meluncurkan karya terbarunya berjudul “Tidak Ada Salju di Sini, Pt. 7”. Lagu yang merupakan bagian baru dari “Tidak Ada Salju di Sini” dirilis oleh Sun Eater di berbagai platform digital pada 15 Januari 2021. Menurut Baskara, seri lagu ini menggambarkan bagaimana rasanya Natal di bulan Desember sebagai orang beragama Kristen di Indonesia dengan fokus yang mengarah ke aspek sosial. 

Pada akhir 2018, mini album “Tidak Ada Salju di Sini” dirilis dengan deretan lagu “Tidak Ada Salju di Sini” bagian 1-4 oleh Enrico Octaviano, Petra Sihombing, Herald “Krautmilk” Reynaldo. Menyusul keempat bagian awal, bagian kelima oleh Petra dan Enrico kemudian dirilis di akhir 2019. Kini, bagian ketujuh pun hadir dengan melibatkan Dipha Barus sebagai produser. 

Selain itu, Baskara juga mengajak Mohammed Kamga sebagai pembuat notasi melodi vokal di “Tidak Ada Salju di Sini, Pt. 7”.  Dalam lagu ini, Kamga diminta oleh Baskara untuk menambahkan paduan suara. “Tapi di kepala dia, koornya bukan koor yang riang. Koor yang perih,” kata Kamga. Lagu ini pun akhirnya dilengkapi dengan isian gitar oleh Petra Sihombing yang merupakan salah satu pemain utama di seri Tidak Ada Salju di Sini.

Di awal lagu “Tidak Ada Salju di Sini, Pt. 7”, bunyi monitor detak jantung yang digabungkan dengan pelafalan Doa Bapa Kami oleh seorang anak kecil dapat langsung terdengar. Menurut press release, suara jantung ini direkam langsung oleh Dipha Barus dari seorang pasien COVID-19. 

Dari segi lirik, “Tidak Ada Salju di Sini, Pt. 7” kembali mengungkapkan keresahan yang dialami sebagai umat Kristiani di Indonesia. Aksi teror yang terjadi di Sigi ketika lagu ini sedang dibuat seakan-akan menjadi pengingat bahwa perjalanan masih panjang untuk menuju toleransi yang sesungguhnya. “Ya, benar-benar cuma bisa nyanyi. Ini kayak pengalaman kolektif yang orang Kristen rasakan di sini,” kata Baskara. Tampaknya, apabila kondisi masih terus seperti ini “Tidak Ada Salju di Sini” akan selalu muncul dan menciptakan bagian-bagian baru lainnya. whiteboardjournal, logo