New Music Selection: Nostalgia di Lagu Baru The War on Drugs, Mimpi Marissa Nadler, hingga Lagu Baru dari Noni yang Penuh Potensi

Music
17.09.21

New Music Selection: Nostalgia di Lagu Baru The War on Drugs, Mimpi Marissa Nadler, hingga Lagu Baru dari Noni yang Penuh Potensi

Kembalinya era gitar akustik Grouper, gaya baru bermusik Hatchie, soundtrack film St. Vincent, serta cameo dari Cocteau Twins di karya Oneohtrix Point Never.

by Whiteboard Journal

 

Setiap hari jumat, kami akan merangkum rilisan lagu baru dari musisi lokal dan internasional. Berikut adalah rangkuman lagu-lagu baru yang menarik untuk didengar di tengah September 2021 ini.

Vanishing Twin – The Lift

Pengalaman mendengarkan Vanishing Twin mengajak kita membayangkan bagaimana jadinya jika White Shoes and The Couples Company berkolaborasi dengan salah satu hidden gem musik lokal, The Monophones.

Webbed Wing – “Make A Dime”

Lagu ini kabarnya terinspirasi dari lagu-lagu pop enerjik tahun ‘90-an, seperti Teenage Fanclub dan Lemonheads. Hal ini tercermin sempurna di hasil akhirnya, yang energinya benar-benar terdengar seperti lagu Weezer tahun ‘90-an.

Tonstartssbandht – “What Has Happened”

Lagu ini merupakan lead single dari album terbaru mendatang duo psych-rock ini. Dirilis berbarengan dengan video klipnya, visual cerah dari ‘What Has Happened’ berbanding terbalik dengan topik melankolis yang diangkat pada liriknya.

Grouper – “Ode to the blue”

Sepertinya Grouper memang telah menandai kembalinya era gitar akustik setelah perilisan “Unclean Mind” beberapa waktu silam. Pada singel terbaru ini, suara delicate khas Liz Harris diiringi gitar yang lembut membuat perpaduan yang elegan dan otherworldly.

SIVIA – Intro, Camellia

Lagu pembuka punya kekuatan besar dalam membangun mood dari album. Meski dirilis di era streaming, SIVIA ternyata masih menaruh perhatian lebih, dan hasilnya sangat menarik. Tanpa iringan musik, SIVIA menyanyikan harapan secara acapella dengan megah dan di saat yang sama juga terasa sangat tulus.

Slow Pulp – “In Too Deep” (Sum 41 Cover)

Tentu asyik rasanya mendengarkan versi baru dari salah satu lagu andalan Sum 41, apalagi dikemas dengan warna yang lebih modern dan elektronik. Slow Pulp juga membuat artwork album All Killer, No Filler versi mereka.

Hand Habits – “Graves”

Diiringi vokal latar dari SASAMI, karya Meg Duffy kali ini menceritakan tentang toxic-nya kembali ke kebiasaan-kebiasaan lama. Dirinya menulis lagu ini sebagai self-reminder, dikemas dengan instrumental yang mellow, ‘Graves’ memang cocok untuk refleksi diri.

Snail Mail – “Valentine”

Mengantisipasi album barunya dengan judul yang sama yang akan dirilis bulan November, Lindsey Jordan memulai proses penulisan lagu-lagu dari dalam rehab. Menurutnya, perasaan cathartic dari ‘Valentine’ merupakan puncak kesuksesan proses terapinya.

The War On Drugs – “I Don’t Live Here Anymore” (Feat. Lucius)

Lagu ini, mulai dari lirik, produksi, sampai visualnya, mengingatkan kita dengan lagu-lagu rock dari bertahun-tahun silam. Mood nostalgia ini juga banyak disukai fans, yang sangat mengantisipasi album mereka mendatang.

Hatchie – “This Enchanted”

Bergabungnya Harriette di label baru sepertinya juga menandai perubahan di gaya bermusiknya. Meski tetap terdengar shoegazy, lagu-lagu terdahulunya terdengar sedikit lebih mellow, sedangkan ‘This Enchanted’ cocok untuk jadi lagu lantai dansa.

St. Vincent – “The Nowhere Inn”

Singel ini dirilis sebagai soundtrack dari mockumentary yang dibintanginya dengan judul yang sama. Dramatis dan megah, vokalnya menjadi daya tarik terbesar dari lagu ini.

Kohti Tuhoa – “Väkivaltaa”

Band asal Finlandia ini bernyanyi dengan penuh n amarah dengan bahasa ibu mereka. Kekuatan pesan dan energi mereka tersalur jelas meski dinyanyikan dengan bahasa yang tidak kita mengerti.

Oneohtrix Point Never & Elizabeth Fraser – “Tales From The Trash Stratum”

Meski pernah dirilis sebelumnya, tentu versi baru ini sangat spesial dengan adanya alunan vokal dari Elizabeth Fraser, vokalis Cocteau Twins.

Marissa Nadler – “If I Could Breathe Underwater”

“When I wrote ‘If I Could Breathe Underwater,’ I was contemplating the possibilities of possessing various superhuman powers: teleportation, shapeshifting, energy projection, aquatic breathing, extrasensory perception, and time travel to name a few.” Deretan topik yang terdengar amat berat untuk dimasukkan ke dalam satu lagu. Meski begitu, Marissa sukses menghadirkan singel manis dengan alunan melodi dan shimmers yang membuat lagu ini begitu hidup.

Syd – “Right Track” (Feat. Smino)

Lagu ini menandai kembalinya Syd setelah solo music terakhirnya tahun 2017. Produksi R&B yang simpel dan catchy ini juga dimeriahkan dengan bagian rap dari Smino.

Noni – WRITTENINTHESTARS (feat. Basboi)

Satu lagi talenta muda penuh potensi. Lagu ini menunjukkan bahwa jika di luar sana ada sosok seperti Park Hye Jin, kita juga punya Noni yang bisa jadi nama penting di waktu mendatang. Karakter vokal yang kuat dengan instrumentasi musik yang pas, juga kehadiran Basboi yang tepat guna menjadikan lagu ini berita baik yang harus kita rayakan hari ini.whiteboardjournal, logo