NFT Menjadi Seni Paling Influential Dunia Tahun 2021

Art
02.12.21

NFT Menjadi Seni Paling Influential Dunia Tahun 2021

NFT ERC-721 berhasil memasuki daftar Power 100 List dari ArtReview, daftar yang dikurasi oleh panelis internasional. 

by Whiteboard Journal

 

Teks: Titania Celestine
Photo: Tech Unwrapped

Non-fungible token (NFT) telah merebut posisi nomor satu dalam daftar Contemporary Art World’s Most Influential Movers, menjadikannya peserta bukan manusia (non-human) pertama yang pernah menempati posisi pertama daftar tersebut. NFT tersebut, yang memiliki spesifikasi ‘ERC-721’ berhasil memasuki daftar Power 100 List dari Art Review, sebuah daftar yang dikompilasi dan dikurasi oleh sejumlah panelis yang berkolaborasi dari berbagai belahan dunia internasional. 

NFT, sebagai sebuah jembatan antara contemporary art dan meme culture, belakangan ini menjadi salah satu topik pembahasan yang populer, dipercaya telah membentuk sebuah generasi baru bagi kolektor seni di dunia seni kontemporer. 

Sebagai suatu bagian dari pop culture, NFT merepresentasikan gagasan aset yang bersifat digital dan koleksi benda yang dapat diakumulasi secara virtual. Mungkin hal itulah yang menjadikan NFT tampak sangat menarik, mempertimbangkan ketenaran budaya trading mata uang kripto yang baru-baru ini melambung pesat. 

Demikian juga, NFT dianggap menarik bagi keduanya kurator dan pencipta seni, dikarenakan faktor digital NFT yang memberikan peluang untuk para artis memaksimalkan produksi digital art yang dapat lebih mudah dipasarkan secara daring. Hal ini dilihat sebagai aspek yang menguntungkan kedua belah pihak, karena tidak adanya suatu kebutuhan bagi artis untuk menyewa ruang pameran untuk art showcase, dan kolektor dapat dengan mudah memilah antara berbagai karya seni melalui layar komputer. 

Namun, posisi NFT dalam daftar Power 100 List – pada peringkat pertama pula – menunjukkan kontradiksi terhadap aktifnya gerakan membenahi climate crisis pada tahun ini. Walau sepanjang tahun 2021 dapat ditemukan berbagai bintang selebriti, organisasi, dan komunitas yang mengadvokasikan environmental activism, entah bagaimana, NFT yang bersifat non-environmental friendly dapat mencapai peringkat satu Power 100 List, menunjukkan minat yang sangat besar untuk NFT dari komunitas global. 

Selebihnya, Power 100 List tahun ini mengalami kekurangan dalam position entry museum dan pameran seni. Hal ini dapat dilihat sebagai peran museum seni yang telah bergeser seiringnya waktu, menanggalkan pengaruhnya pada dunia seni kontemporer. 

Setelah NFT, posisi kedua Power 100 List ditempati oleh filantropis Anna L Tsing, dengan posisi ketiga diberikan kepada kolektif ‘ruangrupa’ dari Indonesia. whiteboardjournal, logo