Real Life Ex Machina: Xenobots Ditemukan Bisa Berkembang Biak Secara Independen

Human Interest
03.12.21

Real Life Ex Machina: Xenobots Ditemukan Bisa Berkembang Biak Secara Independen

Xenobots, robot hidup dan berakal pertama yang dikemukakan oleh Douglas Blackiston, ditemukan telah menemukan cara untuk bereproduksi.

by Whiteboard Journal

 

Teks: Titania Celestine
Photo: The New York Times

Xenobots, robot hidup dan berakal pertama yang diciptakan melalui rancangan AI (artificial intelligence) dan dikemukakan oleh Douglas Blackiston, ditemukan telah menemukan cara untuk bereproduksi melalui self-replication. 

Robot hidup pertama di dunia yang dibuat dari stem cell katak Xenopus laevis ini diciptakan pada tahun 2020. Pada kala tersebut, para ilmuwan yang berhasil mengembangkan xenobots menyatakan bahwa organisme tersebut memiliki kemampuan self-healing, dan dapat bertahan hidup selama lebih dari seminggu tanpa makanan. 

Namun sekarang, telah ditemukan cara bagi xenobots untuk berkembang biak. Melalui pengamatan yang dilakukan tim ilmuwan pengembang xenobots, dilaporkan bahwa organisme tersebut dapat bereproduksi dengan mengumpulkan sekitar ratusan jumlah single cell organism, kemudian menghimpunkan semua organisme tersebut dalam mulut mereka yang akan berkembang menjadi xenobot baru. Organisme baru yang berakal ini akan kemudian disebut sebagai ‘Xenobot babies’ – tentunya. 

Profesor ilmu komputer dari University of Vermont, Josh Bongard, yang membantu proses riset xenobots untuk penciptaanya, berharap bahwa dengan desain dan pengakalan yang tepat, xenobots memiliki kemungkinan untuk berkembang biak secara spontan. 

Walaupun memang cukup menggelisahkan untuk mengetahui fakta bahwa robot ciptaan manusia memiliki kemampuan bereproduksi secara independen, para ilmuwan menyatakan sebetulnya hal tersebut tidak mengkhawatirkan. Mereka berpendapat bahwa dengan kemajuan teknologi yang saat ini sudah melampaui ekspektasi manusia, terdapat sebuah kepentingan bagi masyarakat dunia untuk mengedukasi diri mengenai hal-hal seperti ini. 

Para ilmuwan juga menyatakan bahwa dengan pengertian lebih lanjut akan biotechnology dan self-replication melalui riset xenobots dapat membuka pintu bagi teknologi obat regeneratif, yang di kemudian hari dapat digunakan untuk mengobati cedera traumatis, kecacatan lahir, dan kanker. whiteboardjournal, logo