Quick Review: Minimalism
07/17/17 · 16,340 Views · Febrina Anindita

Foto: IMDb

Apa jadinya jika seseorang harus melepaskan segala hal yang ia punya untuk menjalani hidup lebih sederhana – lebih minimalis? Itulah premis yang dibahas dalam sebuah film dokumenter berjudul Minimalism. Mengingat paham tersebut sebenarnya telah diaplikasikan oleh para biksu terdahulu, nyatanya kini minimalisme dalam konteks modern membutuhkan usaha lebih besar.

Dokumenter yang menyajikan paham atau gaya hidup minimalis ini hadir dengan ragam “teks,” mulai dari mereka yang hidup sendiri, berkeluarga, hingga full-time traveler yang hanya hidup dari 2 buah duffle bags. Adanya footage dari kondisi Black Friday dan bahkan ketika Apple membuka toko untuk meluncurkan iPhone terbaru menunjukkan bahwa publik terbiasa untuk hidup konsumtif dan membeli hal yang mereka anggap penting walau nyatanya mereka tidak atau belum membutuhkannya. Ironis menjadi kata tepat yang bisa menggambarkan kondisi publik hari ini, berdasarkan refleksi hidup para “minimalist” di film ini.

Selain menggambarkan akar dari konsumerisme, lewat Minimalism, penonton juga akan dihadapi dengan penjelasan logis dari para pakar dan peneliti yang membuktikan bahwa hidup minimalis dapat meningkatkan hubungan sosial antara sesama hingga kesehatan seseorang. Walau terdengar klise dan mungkin pengambilan sikap untuk hidup sederhana ini baru muncul jika seseorang dihadapi oleh sebuah masalah, tidak ada salahnya untuk mencoba mengesampingkan komentar orang – karena sesungguhnya tidak ada memperhatikan ketika Anda hidup selama 3 bulan dengan 33 buah attire saja dan pergi ke kantor untuk bertemu banyak kolega.

Quick Review Minimalism: 4/5

Minimalism: A Documentary About the Important Things (2016)
Sutradara: Matt D’Avella
Sinopsis: Bagaimana caranya hidup Anda jadi lebih baik dengan sedikit barang? Minimalism: A Documentary About the Important Things membahas segala hal tentang minimalisme dengan membawa penonton ke dalam hidup para “minimalists,” mulai dari keluarga, entrepreneurs, arsitek, seniman, jurnalis, peneliti dan bahkan mantan broker Wall Street yang mencari makna hidup lewat minimalisme. (rottentomatoes.com)

Tags: film
Related Articles
view all
ICAD 2017
10/01/17 · 13,464 Views
Penal Colony
08/17/17 · 14,942 Views
Jakarta Biennale 2017
10/26/17 · 26,262 Views
Notes on Blindness
01/24/14 · 23,301 Views
Subscribe to Our Newsletter