OpenAI Sedang Mempersiapkan Versi Profesional dari ChatGPT

Media
13.01.23

OpenAI Sedang Mempersiapkan Versi Profesional dari ChatGPT

Layanan berbayar ChatGPT dengan bungkusan profesional sedang dikembangkan oleh OpenAI, dan waitlist untuk mendaftar jasa tersebut sudah mulai dibuka untuk umum.

by Whiteboard Journal

 

Teks: Garrin Faturrahman
Foto: Jakub Porzycki/Nurphoto/Getty Images

ChatGPT seakan-akan seperti suatu buzzword yang mulai banyak dilempar di media sosial maupun sebagai pembahasan sehari-hari, dan pamor tersebut juga berimbas terhadap akses chatbot AI ini. Beberapa kasus, misalnya, Departemen Pendidikan New York City melarang penggunaan ChatGPT dari jaringan instansi pendidikan kota tersebut, atau penulisan akademik yang menyematkan butir-butir text generated dari ChatGPT sudah dilarang oleh The International Conference on Machine Learning.

Sehubungan dengan informasi yang disampaikan lewat kanal resmi Discord OpenAI, mereka akan meluncurkan versi profesional dan berbayar dari ChatGPT. Simpelnya, fitur-fitur yang ditawarkan dari versi ini, selain lebih cepat dan reliable, adalah:

1. Hilangnya blackout periods atau momen-momen tertentu ketika akses ditutup; 

2. Respon lebih cepat dan sigap terhadap prompts;

3. Setidaknya limit harian yang ditambah dua kali lipat.

Tentunya, monetisasi ini merupakan upaya OpenAI dalam mempertahankan kualitas serta untuk keperluan pengembangan fasilitas. Tetapi, ChatGPT Professional ini masih merupakan “program eksperimental yang masih dalam tahap awal dan dapat berubah sewaktu-waktu” dan masih dirasa belum cukup siap untuk dibuka secara luas untuk umum. Hal ini merupakan ungkapan dari CEO OpenAI, Sam Altman, pada bulan Desember lalu yang mengatakan bahwa chatbot ini masih “sangat terbatas, tapi cukup handal dalam beberapa situasi untuk membuat impresi kepiawaian yang menyesatkan,” sebagai gambaran dari progres pengembangan menuju penggunaan yang kokoh, reliable, serta menjunjung nilai-nilai kebenaran.

Lantas, untuk menjawab hal itu, Sam Altman membuka formulir yang dapat diisi oleh umum jikalau ingin ikut serta dalam versi pilot dari ChatGPT Professional. “Misi kami adalah untuk terus mengembangkan dan mempertahankan layanan ini, dan monetisasi merupakan salah satu opsi yang kami pilih untuk memastikan penggunaan long-term,” dan “kami tertarik berbincang-bincang selama ~15 menit untuk mendapatkan masukan darimu,” sebagai bagian dari keterbukaan perusahaan dengan komunitas untuk mendapatkan insights mengenai angka-angka yang rela dibayar untuk layanan profesional ini, misalnya.

Namun, dengan adanya layanan berbayar seperti ini, tentu akses ChatGPT yang hingga kini gratis untuk diakses mulai dipertanyakan. Dalam tweet di bawah ini, Sam Altman juga menjawab pertanyaan tersebut dengan “suatu waktu kita harus menarik biaya untuk ini,” karena “biaya-biaya untuk komputasi membuat air mata menetes.”

 


Jika tertarik menjadi bagian dari versi profesional dari ChatGPT, formulir waitlist untuk fitur tersebut masih bisa diisi lewat tautan yang tercantum dalam tweet Greg Brockman, selaku Chairman dan Co-founder OpenAI:


whiteboardjournal, logo