Karya Seni Buatan AI Menangkan Kompetisi Seni Rupa, Apakah Adil?

Art
07.09.22

Karya Seni Buatan AI Menangkan Kompetisi Seni Rupa, Apakah Adil?

Gambar yang diproduksi AI peroleh juara pertama dalam kompetisi seni rupa di Colorado. Peristiwa ini memantik pertanyaan tentang apa yang dapat dan tak dapat diklasifikasikan sebagai karya seni. 

by Whiteboard Journal

 

Teks: Ghina Prameswari
Foto: The Economic Times

Setelah mengumumkan kemenangannya dalam Colorado State Fair’s fine art competition, Jason Allen (39) menerima banyak kecaman dari seniman dan warganet secara umum. Kritik tersebut tak datang tanpa alasan, karya Allen dibuat menggunakan Midjourney–sebuah perangkat lunak yang dapat mengkonversi teks menjadi gambar. Untuk banyak orang, kemenangan Allen adalah bentuk penghinaan bagi seniman yang mendedikasikan waktu dan tenaganya untuk menyempurnakan kesenian mereka. 

Merespons terhadap hal ini, Allen tak mau ambil pusing. Menurutnya, ia telah memenuhi seluruh kualifikasi yang dibutuhkan untuk mengikuti perlombaan tersebut. The New York Times juga melaporkan bahwa peraturan lomba memperbolehkan penggunaan alat digital dalam menciptakan karya. Dengan tidak menspesifikasi alat apa yang boleh dan tak boleh digunakan, keputusan Allen menggunakan Midjourney tak dapat sepenuhnya disalahkan. 

Cal Duran, seniman sekaligus salah satu juri dalam ajang perlombaan ini, mengatakan bahwa dirinya tidak mengetahui apa itu Midjourney. Meski begitu, ia menegaskan bahwa pun dirinya mengetahui karya itu diformulasi melalui tenaga AI, ia tetap akan memenangkan karya Allen. Menurutnya, terlepas dari proses, karya Allen adalah sebuah “karya yang indah,” tukasnya pada media. 

Pendapat Duran sekaligus membuktikan bahwa seni memiliki batasan yang demikian lentur, dan bahkan ketika pengetahuan seseorang dapat memberinya kemampuan untuk menentukan seni apa yang baik dan tidak (dari segi teknik dan sebagainya), ia tetap tidak memiliki otoritas untuk menetapkan mana seni yang pantas. Duran turut menambahkan bahwa mengesampingkan kontroversi yang ada, karya Allen barangkali dapat menawarkan alternatif bagi orang yang tak melihat dirinya sebagai seniman dalam makna konvensional. whiteboardjournal, logo