Merayakan Desain dan Seni Khas Jakarta Selatan, “Publik” ICAD XI Menghadirkan #KEMANG12730

Art
15.10.21

Merayakan Desain dan Seni Khas Jakarta Selatan, “Publik” ICAD XI Menghadirkan #KEMANG12730

Tidak hanya melibatkan pameran dalam arti konvensional, melainkan juga akan menampilkan berbagai kegiatan publik secara fisik maupun virtual. 

by Whiteboard Journal

 

Teks: Nada Salsabila
Foto: ICAD XI

Diselenggarakan pertama kali pada tahun 2019, Indonesian Contemporary Art & Design (ICAD) adalah platform yang dibuat untuk menjembatani kolaborasi antara industri desain, seni, teknologi, hiburan, dan perhotelan yang melibatkan desainer interior, desainer grafis, fotografer, videografer, scenographers, pelukis, pematung, sutradara film, dan banyak kreator lainnya. ICAD telah diadakan setiap tahunnya, namun berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya, di tahun ke-11 ini pagelaran ICAD tidak hanya akan berlangsung pada venue utamanya di grandkemang Hotel Jakarta, tetapi juga bekerja sama dengan berbagai venue dan brand yang dikurasi di #KEMANG12730 untuk merayakan desain dan seni yang unik dan khas Jakarta Selatan. 

Berlangsung dari 21 Oktober hingga 28 November 2021, ICAD XI tidak hanya melibatkan pameran dalam arti konvensional, melainkan juga akan menampilkan berbagai kegiatan publik secara fisik maupun virtual. Tidak hanya itu, ICAD XI juga memperluas koneksinya melalui kemitraan dengan lembaga-lembaga budaya lokal dan internasional, pers, dan berbagai bisnis terkait gaya hidup. Nantinya pada ICAD XI, pameran akan dikonsentrasikan sendiri ke dalam beberapa kategori, yaitu In Focus (seniman dan desainer terkemuka dari Indonesia yang diundang), Artis Tamu (seniman dan desainer internasional yang diundang), Next Gen (seniman muda inovatif yang diundang), dan Open Submission.

Pada tahun ke-11 ini, ICAD XI mengambil tema “Publik” sebagai elemen yang tak terpisahkan dari seni, yang memicu perhatian dan diskusi mengenai bagaimana hubungan antara sebuah karya seni dan publiknya dapat saling terkait. ICAD XI juga ingin mendorong para seniman dan desainer yang berpartisipasi untuk merespons zaman kini melalui ide-ide spekulatif tentang apa yang mungkin relevan dengan publik pasca-pandemi. Hal tersebut karena ICAD meyakini pentingnya publik sebagai audiens, pengguna, konsumen, dan penentu tren. ICAD XI menghadirkan instalasi spesial dari B.J. Habibie dan Irvan A. Noe’man, sera puluhan desainer, seniman, arsitek, musisi, komunitas, dan institusi Indonesia dan Internasional.

“Di masa yang akan datang, COVID-19 tidak akan menghilangkan nilai dari pameran tatap muka; melainkan menimbulkan berbagai cara baru untuk mempresentasikannya dengan lebih kreatif,” kata Diana Nazir, selaku Steering Committee dari ICAD XI.

“Sejalan dengan tema ICAD XI, “Publik”, kami ingin memperkuat dan memperluas pengalaman publik serta menjadi selebrasi desain dan seni kontemporer Indonesia,” Edwin Nazir, Festival Director, menambahkan.

Untuk mengetahui kabar terbaru ICAD, kunjungi situs  www.arturaicad.com dan kanal-kanal media sosial ICAD di Instagram, Facebook, dan Twitter.whiteboardjournal, logo