Screening Film, Panel Diskusi, dan Kompetisi Film Pendek Akan Ramaikan Sundance Film Festival: Asia

Film
10.09.21

Screening Film, Panel Diskusi, dan Kompetisi Film Pendek Akan Ramaikan Sundance Film Festival: Asia

Ada juga pelatihan filmmaking intensif yang dikepalai sineas-sineas Asia ternama.

by Whiteboard Journal

 

Teks: Deandra Aurellia
Foto: Sundance Film Festival: Asia

Sundance Institute dan XRM Media, yang juga didukung oleh IDN Media, telah resmi mengumumkan program film dan diskusi panel yang akan digelar di Sundance Film Festival: Asia 2021 pada 23–26 September 2021 mendatang. Diadakan secara virtual, film-film yang ditampilkan pada festival ini dapat ditonton secara online di Indonesia. Tiket digital akan tersedia mulai Rabu, 15 September 2021, dapat dibeli melalui Sundance Film Festival Asia.org.

Ditayangkan secara khusus untuk audiens Indonesia, Sundance Film Festival: Asia 2021 akan mempersembahkan delapan film yang telah dikurasi oleh tim program Sundance Film Festival, bersama dengan XRM Media dan IDN Media. Selain itu, festival ini akan menghadirkan program diskusi panel yang dihadiri oleh sejumlah pembicara terkemuka dari komunitas film lokal dan internasional. Diskusi akan ditayangkan di platform TikTok (@SundanceFFAsia) serta Sundance Collab dan diharapkan dapat membuka lebih banyak topik terkait industri perfilman. Pengumuman Best Short Film Jury Award for the Short Film Competition dan intensive workshop untuk membina para talenta perfilman di Asia Tenggara pun akan diadakan pada kesempatan yang sama.

“Bersamaan dengan berkembangnya film-film fiksi dan dokumenter di Indonesia, kami begitu antusias terhadap peluncuran Sundance Film Festival: Asia edisi pertama kami,” ungkap Kim Yutani, Direktur Pemrograman di Sundance Film Festival. “Merupakan suatu kehormatan bagi kami untuk dapat membawa semangat independen Sundance ke komunitas film yang dinamis di Indonesia. Semoga, kami dapat terhubung dengan penonton lokal dan mendukung seniman Indonesia melalui intensive workshop dan panel discussion yang kami selenggarakan.”

Empat film naratif dan empat film dokumenter yang akan ditayangkan adalah sebagai berikut:

Amy Tan: Unintended Memoir/U.S.A. (Sutradara: James Redford, Producer: Karen Pritzker, Cassandra Jabola)
The Dog Who Wouldn’t Be Quiet/Argentina (Sutradara: Ana Katz, Penulis Naskah: Ana Katz, Gonzalo Delgado, Produser: Laura Huberman, Ana Katz)
Try Harder!/U.S.A. (Sutradara: Debbie Lum, Produser: Debbie Lum, Lou Nakasako, Nico Opper)
John and the Hole/U.S.A. (Sutradara: Pascual Sisto, Penulis Naskah: Nicolás Giacobone, Produser: Elika Portnoy, Alex Orlovsky, Mike Bowes)
Luzzu/Malta (Sutradara dan Penulis Naskah: Alex Camilleri, Produser: Rebecca Anastasi, Ramin Bahrani, Alex Camilleri, Oliver Mallia)
Passing/U.S.A. (Sutradara dan Penulis Skenario: Rebecca Hall, Produser: Forest Whitaker, Nina Yang Bongiovi, Margot Hand, Rebecca Hall)
Users/U.S.A., Mexico (Sutradara: Natalia Almada, Produser: Elizabeth Lodge Stepp, Josh Penn)
Writing With Fire/India (Sutradara dan Produser: Rintu Thomas, Sushmit Ghosh)

Selain delapan film di atas, program panel discussion akan membahas topik-topik berikut:

– Film Outlook – Industri film Indonesia dari tahun 2016, era pandemik, hingga potensi yang mungkin terjadi pasca pandemik.
– Women in Film Industry.
– The Directors – Festivals and the Pathway to Success.
– Asia Documentary Filmmakers, diikuti dengan sesi tanya jawab bersama Programmer Sundance Festival, Kim Yutani & Heidi Zwicker.
– Indonesian Short Filmmaking.

Sundance Institute juga menghadirkan kompetisi film pendek, yang dimana pengumuman pemenang Jury Award for Best Short Film di Short Film Competition akan diumumkan di TikTok live streaming (@SundanceFFAsia) pada hari Sabtu 25 September, bersamaan dengan pengumuman Honorary Mention.

Terakhir, sebagai upaya untuk menjangkau komunitas regional, Feature Film Program dari Sundance Institute akan menyelenggarakan pelatihan intensif yang akan dilaksanakan selama dua hari secara virtual. Pelatihan yang dirancang secara personal dan khusus ini bertujuan untuk menemukan bakat-bakat baru di Asia Tenggara dan menghubungkan mereka kepada para pakar di industri perfilman. Adapun filmmaker yang telah mendaftar dan terpilih untuk program ini adalah: Lucky Kuswandi (Indonesia), Sabrina Rochelle Kalangie (Indonesia), Khozy Rizal (Indonesia), Sonny Calvento (Filipina), Kris Ong (Singapura), dan Lomorpich Rithy (Kamboja).

Informasi lebih lanjut, kunjungi laman instagram terkait dan website resmi mereka di SundanceFilmFestivalAsia.org.whiteboardjournal, logo