Developer Game Tanah Air Mojiken Studio Tunda Perilisan Gamenya Imbas Isu Eksploitasi

Media
29.08.22

Developer Game Tanah Air Mojiken Studio Tunda Perilisan Gamenya Imbas Isu Eksploitasi

Dalam surat pernyataannya, Mojiken Studio sebut PQube Games lakukan praktik kotor yang membuat mereka tak bisa lanjut bekerja sama.

by Whiteboard Journal

 

Teks: Ghina Prameswari
Foto: PC Gamer

Pada tahun 2020 lalu, penerbit video game asal Inggris PQube Games menggaet indie game developer asal Surabaya Mojiken Studio sebagai upaya mendapatkan diversity grant. Diversity grant sendiri merupakan dana hibah yang ditujukan untuk memberdayakan developer game di masa pandemi. 

Alih-alih digunakan untuk mendanai video game terbaru Mojiken Studio berjudul “A Space for the Unbound”, dalam surat pernyataannya Mojiken Studio menuduh rekan penerbit mereka PQube Games atas dugaan manipulasi dan eksploitasi. Pada surat yang sama mereka menerangkan bahwa PQube Games hanya memanfaatkan Mojiken Studio untuk memperkaya diri sendiri serta kerap bersikap tidak transparan dalam mengelola dana hibah yang seharusnya disalurkan untuk studio game independen tersebut. 

Tidak tinggal diam, PQube Games turut menerbitkan surat pernyataan mereka sendiri. Dalam surat tersebut PQube Games mengutarakan kekecewaannya pada Mojiken Studio. PQube Games menyebut bahwa sebelumnya Mojiken Studio di bawah Toge Productions mengusulkan beberapa revisi pada kontrak mereka yang dinilai ‘tidak masuk akal’. PQube menduga keengganan merevisi kontrak dengan Mojiken Studio menjadi alasan studio itu melayangkan tuduhan kepada PQube. 

Di sisi lain, Mojiken Studio mengingatkan penggemar mereka untuk tidak mengirim ujaran kebencian atau memblokir game yang diproduksi oleh PQube Games. Mojiken Studio juga meminta penggemar game mereka untuk bersabar, meninjau proses produksi “A Space for the Unbound” harus tertunda sampai Mojiken Studio menemukan penerbit game baru. whiteboardjournal, logo