Dikenal Lewat Rilisan Fisik, Lazy Susan Luncurkan Online Magazine Terbaru

Media
10.10.21

Dikenal Lewat Rilisan Fisik, Lazy Susan Luncurkan Online Magazine Terbaru

“Meluncurkan majalah online memungkinkan kami untuk mendistribusikan informasi secara lebih efisien.”

by Whiteboard Journal

 

Teks: Deandra Aurellia
Foto: Lazy Susan

Seiring dengan perkembangan lanskap media di ranah digital, Lazy Susan merealisasikan salah satu tujuan utamanya sebagai platform yang menghubungkan komunitas, penelitian, budaya, dan kreativitas melalui makanan dengan meluncurkan online magazine terbaru (www.onlazysusan.com).

Sebelumnya, Lazy Susan yang beranggotakan Andrea Hasan, Dinda Pramesti, Ghina Hana Sabrina, Alyandra Katya, dan Valensia Edgina ini lebih dikenal lewat rilisan fisik. Suzine adalah publikasi pertama Lazy Susan dalam bentuk majalah yang menyajikan tulisan seputar kuliner Indonesia dan telah mencakup dua edisi: Selebrasi dan Gorengan. Sementara itu, Asam Garam adalah zine yang masih berbicara seputar makanan dan dunia di sekitarnya namun lebih merespon pada iklim saat ini dengan ‘Reseed’ sebagai topik dari edisi pertamanya.

Berangkat atas kesadaran bahwa masih banyak informasi dan cerita seputar makanan dan pangan Indonesia yang masih belum tersampaikan, ditambah juga dengan pesan dari Dr. Ir. Murdijati Gardjito untuk meramaikan literasi tentang topik tersebut, maka Lazy Susan pun berinisiatif untuk menyediakan ruang terbuka yang dapat diakses oleh semua orang. Oleh karena itu, online magazine ini pun hadir sebagai solusi untuk menjawab kebutuhan aksesibilitas informasi tersebut.

“Meluncurkan majalah online memungkinkan kami untuk mendistribusikan informasi secara lebih efisien. Kami juga ingin menjadi platform bagi komunitas untuk berbagi cerita tentang budaya makanan Indonesia,” ujar Alyandra Katya, designer dan creative director Lazy Susan. “Kami berharap dapat menyuarakan semua pemain di rantai pasokan pangan dan membentuk komunitas yang kuat antara mereka dan pembaca kami.”

Mengangkat tema “State of Travel” sebagai issue pertama, Lazy Susan berupaya untuk menelusuri peluang serta masalah-masalah yang timbul pada sektor pariwisata di Indonesia. Sebagai salah satu sektor ekonomi penting di Indonesia, maka perubahan dari segala sisi di industri tersebut berdampak besar terhadap pergerakan industri kuliner, pangan serta ekosistem lingkungan di Indonesia. Dengan ini, diharapkan tulisan-tulisan yang akan hadir dapat menginisiasi dialog lebih lanjut tentang seluk beluk pariwisata lokal. whiteboardjournal, logo